PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) atau BSI membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 17,10% secara tahunan menjadi Rp2,20 triliun pada kuartal I/2026. Capaian ini dipicu oleh lonjakan pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang ditopang kuat oleh sektor bisnis emas.
Sebagaimana dilansir dari Finansial, pertumbuhan fee based income perseroan mencapai 22,30% (YoY) dengan nilai Rp2,09 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,71 triliun. Angka pertumbuhan ini diklaim menjadi yang tertinggi di antara bank-bank besar di Indonesia.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho memberikan penjelasan mengenai performa tersebut dalam konferensi pers virtual pada Selasa (12/5/2026). Ade menyebutkan bahwa produk emas menjadi pendorong utama pendapatan komisi perusahaan.
"Kalau kita lihat driver utamanya memang salah satunya adalah produk emas kita," kata Cahyo dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I/2026 secara virtual, Selasa (12/5/2026).
Menurut Ade, basis nasabah tabungan emas yang kini hampir menyentuh angka 1 juta orang memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan tersebut. Ekspansi pada sektor ini juga tercermin dari peningkatan angka pembiayaan gadai emas dan produk E-Mas.
Hingga akhir Maret 2026, pembiayaan gadai emas BSI melonjak 58,33% secara tahunan menjadi Rp482 miliar. Sementara itu, pertumbuhan pada sektor E-Mas tercatat sangat masif sebesar 2.707,77% mencapai angka Rp222 miliar.
Secara keseluruhan, bisnis emas menyumbang Rp705 miliar atau 33,69% terhadap total pendapatan komisi perseroan. Kontributor lainnya berasal dari sektor treasury sebesar 21,67% dan layanan e-channel yang memberikan kontribusi sebesar 17,46%.
Dari sisi operasional, pendapatan setelah distribusi bagi hasil BSI juga mengalami kenaikan 15,77% menjadi Rp5,52 triliun. Peningkatan ini turut mendorong laba operasional perusahaan naik 16,85% menjadi Rp2,90 triliun pada periode yang berakhir Maret 2026.
Fungsi intermediasi bank juga menunjukkan tren positif melalui penyaluran pembiayaan bagi hasil senilai Rp151,72 triliun, atau tumbuh 22,83% dibandingkan kuartal I/2025. Penghimpunan dana nasabah juga meningkat, di mana dana investasi non profit sharing mencapai Rp287,77 triliun.
| Indikator Keuangan | Kuartal I/2025 (Rp) | Kuartal I/2026 (Rp) | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | 1,87 Triliun | 2,20 Triliun | 17,10% |
| Fee Based Income | 1,71 Triliun | 2,09 Triliun | 22,30% |
| Laba Operasional | 2,48 Triliun | 2,90 Triliun | 16,85% |
| Pembiayaan Bagi Hasil | 123,52 Triliun | 151,72 Triliun | 22,83% |