BJTM Bagikan Dividen Rp 850,18 Miliar Pemegang Saham Dapat Rp 56,62 Per Lembar

BJTM Bagikan Dividen Rp 850,18 Miliar Pemegang Saham Dapat Rp 56,62 Per Lembar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau BJTM memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 850,18 miliar kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini membuat setiap lembar saham akan menerima dividen setara Rp 56,62, nilai yang mencatatkan kenaikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 54,71 per saham.

Alokasi total dividen sebesar Rp 850,18 miliar tersebut mengambil porsi sebesar 55% dari keseluruhan laba bersih yang berhasil dibukukan perseroan sepanjang tahun buku 2025. Pergerakan saham BJTM berada di level Rp 585 per saham pada Rabu 13 Mei 2026, yang jika dijadikan acuan, maka dividend yield yang dihasilkan menembus 9,68%.

Dikutip dari Investasi, skedul lengkap mengenai pencairan keuntungan ini telah ditetapkan oleh manajemen. Investor yang membidik hak atas dividen ini perlu mencermati batas waktu perdagangan yang telah dijadwalkan oleh emiten perbankan daerah tersebut.

Proses pembagian dividen akan melewati beberapa tahapan penting di pasar modal. Berikut adalah rincian penanggalan resmi aktivitas distribusi dividen tunai BJTM:

Daftar Jadwal Distribusi Dividen BJTM 2026
Tahapan AktivitasTanggal Pelaksanaan
18 Mei 202619 Mei 2026
20 Mei 202621 Mei 2026
20 Mei 20265 Juni 2026

Analisis Yield dan Prospek Pergerakan Saham

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menempatkan BJTM sebagai salah satu opsi instrumen perbankan yang paling memikat saat ini jika diukur dari besaran imbal hasil dividen. Hal tersebut didasarkan pada perhitungan harga pasar saham yang bergerak saat ini.

"BJTM menjadi salah satu saham bank yang menarik dari sisi dividend yield, karena dividen Rp 56,62 per saham memberikan estimasi yield sekitar 9,5%–9,6% berdasarkan harga saham di kisaran Rp 590–Rp 595," ujar Ekky.

Selain emiten asal Jawa Timur ini, Ekky menambahkan bahwa deretan saham perbankan berkapitalisasi besar atau blue chip juga tetap mempunyai daya tarik kuat bagi para pememburu imbal hasil. Pengumuman dividen secara historis memicu reaksi positif di pasar dalam rentang waktu yang pendek.

"Dampak pembagian dividen biasanya positif dalam jangka pendek karena minat investor meningkat menjelang cum date. Namun setelah ex-date, harga saham umumnya berpotensi terkoreksi menyesuaikan nilai dividen," jelasnya.

Mengenai proyeksi kinerja saham sektor keuangan untuk sepanjang tahun berjalan ini, Ekky melihat polanya masih akan bergerak mendatar hingga selektif. Pelaku pasar modal diproyeksikan bakal tetap berhati-hati memantau beberapa indikator krusial perbankan.

Beberapa poin yang dicermati meliputi tekanan pada margin bunga, biaya dana atau cost of fund, kualitas dari penyaluran kredit, hingga arah kebijakan suku bunga acuan. Meskipun di sisi lain, data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pembiayaan perbankan per Maret 2026 masih tumbuh 9,49% secara tahunan.

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM menjadi salah satu segmen yang perlu dipantau secara ketat karena memiliki potensi memengaruhi kualitas aset perbankan. Untuk strategi investasi, Ekky menyarankan pelaku pasar untuk melirik BJTM ketika harganya berada di bawah level Rp 600 per lembar.

"Area tersebut masih memberikan yield yang atraktif dan margin of safety lebih baik," katanya.

Ekky memproyeksikan target harga saham BJTM untuk jangka pendek akan bertengger di kisaran Rp 650–Rp 670 per saham. Pemegang modal tetap diingatkan untuk mengantisipasi adanya koreksi teknis pasca-terlewatinya fase ex-dividend.

Artikel terkait

Rekomendasi