Blibli Berencana Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru Lewat Private Placement

Blibli Berencana Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru Lewat Private Placement

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli berencana menerbitkan saham baru hingga 9,5 miliar lembar melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement. Dilansir dari Investasi, langkah korporasi ini dijadwalkan bakal meminta persetujuan pemegang saham pada Kamis, 4 Juni 2026.

Kepastian mengenai aksi korporasi tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 13 Mei 2026. Perusahaan bermaksud melaksanakan peningkatan modal sebanyak-banyaknya 6,92 persen dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Chief Corporate Secretary & Investor Relations BELI, Eric Alamsjah Winarta, menjelaskan bahwa agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mendatang adalah persetujuan atas Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

"Persetujuan atas rencana Perseroan untuk melakukan peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak-banyaknya 6,92% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan," ujar Eric Alamsjah Winarta, Chief Corporate Secretary & Investor Relations BELI.

Mekanisme penambahan modal ini terbagi ke dalam dua jalur utama yang telah ditetapkan oleh manajemen. Skema pertama mencakup program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan atau Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).

Pada program MESOP tersebut, perusahaan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 4,5 miliar lembar saham. Jumlah ini setara dengan 3,28 persen dari total modal ditempatkan dan disetor oleh perseroan saat ini.

Skema kedua merupakan penambahan modal di luar program MESOP dengan menerbitkan maksimal 5 miliar lembar saham baru. Porsi ini merepresentasikan sekitar 3,64 persen dari modal disetor guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Selain pembahasan mengenai ekspansi modal, emiten berkode saham BELI ini juga akan mengusulkan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar. Langkah penyesuaian tersebut bertujuan agar klasifikasi bisnis perusahaan selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Agenda lain yang akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) meliputi laporan keuangan tahun buku 2025 serta penetapan remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris. Rapat tersebut rencananya akan digelar di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

Artikel terkait

Rekomendasi