Boeing 737-10 Tuntaskan Uji Pengereman Ekstrem di California

Boeing 737-10 Tuntaskan Uji Pengereman Ekstrem di California

Boeing sukses menyelesaikan uji sertifikasi energi rem maksimum (MBE) pada pesawat 737-10 di Edwards Air Force Base, California, Amerika Serikat, pada 10 Mei 2026. Pesawat varian terbesar dari keluarga 737 MAX tersebut berhasil berhenti total dari kecepatan 333 km/jam menggunakan rem yang telah aus secara sengaja.

Dilansir dari thebrakereport.com dan meyka.com, pesawat dimuati beban lepas landas maksimum sebesar 89.765 kilogram dengan kondisi rem hanya menyisakan 2 persen masa pakai. Pengujian ini mensimulasikan skenario terburuk pembatalan lepas landas (rejected takeoff) tanpa bantuan pembalik daya dorong mesin (thrust reverser).

Sistem pengereman 737-10 mengalami pembaruan teknis berupa penambahan rotor kelima dan tabung torsi yang lebih panjang untuk menangani bodi pesawat yang lebih besar. Selama pengujian, suhu rem melonjak hingga melampaui 1.371 derajat Celsius (2.500 derajat Fahrenheit) saat menghentikan pesawat di jarak 11.000 kaki.

Kapten Kevin Zeznick yang menerbangkan uji coba tersebut menjelaskan alasan penggunaan rem yang hampir habis masa pakainya dalam prosedur sertifikasi ini.

"The worn brakes are actually a requirement to show the worst possible scenario," kata Kevin Zeznick, Pilot Uji Boeing.

Pesawat kemudian harus tetap diam selama lima menit setelah berhenti guna mensimulasikan waktu tunggu layanan penyelamatan bandara. Kevin Zeznick menambahkan bahwa seluruh data performa pesawat dalam pengujian ini sangat akurat dengan prediksi awal.

"We load the airplane up as heavy as it can go and go as fast as it would typically go on any takeoff and show that the airplane can stop and remain safe," ujar Kevin Zeznick, Pilot Uji Boeing.

Insinyur desain Boeing, Evan Preston, mengungkapkan bahwa sistem pengereman ini merupakan yang paling canggih yang pernah dipasang pada lini seri 737.

"This is certainly the highest-performing brake we’ve ever put on a 737," kata Evan Preston, Insinyur Desain Boeing.

Peningkatan performa pengereman ini diharapkan memberikan fleksibilitas operasional bagi maskapai pengguna, termasuk kemampuan membawa lebih banyak penumpang atau kargo. Evan Preston merinci detail perubahan perangkat keras yang dilakukan tim teknis.

"We added a fifth rotor to the brakes and a longer torque tube to get greater brake force and better stopping performance," tutur Evan Preston, Insinyur Desain Boeing.

Insinyur sertifikasi 737-10, Colston Polly, menegaskan pentingnya analisis performa rem sebelum setiap penerbangan dilakukan oleh maskapai nantinya.

"For each takeoff, we have to look at what our brake performance is so we know the airplane can stop even if something goes wrong during the takeoff," jelas Colston Polly, Insinyur Sertifikasi Boeing.

Kapasitas 737-10 yang mampu menampung hingga 230 penumpang menjadi daya tarik utama bagi pelanggan untuk rute-rute padat. Colston Polly memaparkan keuntungan efisiensi yang didapatkan dari hasil pengujian ini.

"So, whatever we do now, whatever performance we can get could be more benefit to our customers, like being able to be carry more passengers or fly more cargo," terang Colston Polly, Insinyur Sertifikasi Boeing.

Lauren Auerbach yang bertindak sebagai pengamat lapangan menyatakan bahwa seluruh sistem mekanis, termasuk fungsi anti-skid, bekerja sesuai dengan desain yang direncanakan.

"The brakes performed as designed," kata Lauren Auerbach, Insinyur Uji Penerbangan Boeing.

Boeing melakukan dua kali pengujian serupa untuk memastikan kedua pemasok perangkat rem pada program 737 MAX memenuhi standar keamanan. Lauren Auerbach menegaskan bahwa hasil pengujian menunjukkan tekanan rem mencapai tingkat maksimal yang diharapkan.

"We got the expected brake pressure and the maximum brake energy, and the anti-skid [function] performed as expected," ujar Lauren Auerbach, Insinyur Uji Penerbangan Boeing.

Pilot uji Kevin Zeznick memberikan pernyataan penutup mengenai performa keseluruhan pesawat dalam menghadapi tekanan energi ekstrem tersebut.

"The acceleration and the stopping distances were very close to predictions. So, the airplane performed exceptionally well," pungkas Kevin Zeznick, Pilot Uji Boeing.

Boeing menargetkan sertifikasi tipe untuk unit 737-10 dan 737-7 dapat rampung pada akhir tahun 2026. Jadwal pengiriman perdana kepada pelanggan maskapai direncanakan akan dimulai pada tahun 2027 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi