Analis Bank of America Securities menyarankan NVIDIA Corporation untuk memperbesar pengembalian tunai kepada pemegang saham melalui dividen yang lebih besar atau pembelian kembali saham guna memicu kenaikan rating perusahaan pada 27 April 2026.
Langkah strategis ini dipandang perlu untuk menarik basis investor yang lebih luas sekaligus mengatasi diskon valuasi yang dinilai tidak adil bagi raksasa teknologi tersebut. Analis Vivek Arya menyoroti potensi pertumbuhan nilai pasar jika kebijakan keuangan ini diterapkan.
Proyeksi Bank of America menunjukkan bahwa NVIDIA akan menghasilkan arus kas bebas lebih dari 400 miliar dolar AS dalam periode 2026 hingga 2027. Angka fantastis tersebut diklaim setara dengan gabungan arus kas bebas milik Apple dan Microsoft.
Meskipun memiliki likuiditas yang kuat, kapitalisasi pasar perusahaan ini diperdagangkan pada kelipatan arus kas bebas yang 30 persen lebih rendah dibandingkan dengan para pesaingnya. Hal ini menunjukkan adanya celah antara performa finansial dan apresiasi pasar.
Sektor portofolio yang berfokus pada pendapatan saat ini cenderung mengabaikan saham NVIDIA karena imbal hasil dividennya yang hanya sebesar 0,02 persen. Persentase tersebut dianggap sangat kecil bagi banyak investor institusional maupun ritel.
Saran dari pihak Bank of America mencakup peningkatan imbal hasil menjadi kisaran 0,5 persen hingga 1 persen agar setara dengan standar Apple dan Microsoft. Penyesuaian ini diperkirakan hanya akan memakan biaya sekitar 15 persen sampai 30 persen dari arus kas bebas perusahaan pada tahun 2026.
Saat ini, Vivek Arya dari Bank of America Securities menetapkan peringkat Beli untuk saham NVIDIA Corporation tanpa mencantumkan target harga tertentu dalam riset terbarunya.