BPI Danantara Bentuk DSI Jadi Perantara Ekspor Komoditas Nasional

BPI Danantara Bentuk DSI Jadi Perantara Ekspor Komoditas Nasional

BPI Danantara resmi membentuk badan usaha baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada 18 Mei 2026 untuk bertindak sebagai perantara ekspor komoditas nasional. Perusahaan ini akan menjembatani perdagangan minyak kelapa sawit mentah, batu bara, serta paduan logam dari perusahaan domestik ke pembeli luar negeri.

Pendirian badan usaha ini terungkap melalui data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum yang beredar di media sosial, sebagaimana dilansir dari Suara. Entitas baru tersebut disiapkan menjadi makelar perdagangan strategis demi memperkuat penetapan komoditas Indonesia di pasar global.

Struktur permodalan DSI terbagi atas saham Seri A dengan modal dasar senilai Rp99.750.000 untuk 399 lembar saham, serta Seri B sebesar Rp250.000. Untuk modal ditempatkan, Seri A tercatat sebesar Rp24.750.000 sebanyak 99 lembar saham dan Seri B bernilai Rp250.000 dengan harga per lembar dipatok Rp250.000.

Danantara juga menyetorkan modal tunai senilai Rp25.000.000 kepada DSI. Mayoritas saham Seri A perusahaan dipegang oleh PT Danantara Investment Management (DIM) yang dipimpin oleh Pandu Sjahrir dengan kepemilikan 99 lembar saham, sedangkan sisa 1 persen saham Seri B dikuasai PT Danantara Mitra Sinergi.

Manajemen operasional DSI dirancang ramping dengan hanya menempatkan masing-masing satu orang di jajaran direksi dan komisaris. Jabatan Direktur DSI dipercayakan kepada Luke Thomas Mahony, sementara posisi Komisaris diisi oleh Harold Jonathan Dharma TJ.

Luke Thomas Mahony tercatat memiliki rekam jejak panjang di industri pertambangan global sebelum memimpin DSI. Ia pernah menduduki posisi SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025 serta sempat menjabat Chief Strategy and Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk sejak Juli 2024 hingga September 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi