BPI Danantara Rekrut Luke Thomas Mahony Jadi Dirut Pertama DSI

BPI Danantara Rekrut Luke Thomas Mahony Jadi Dirut Pertama DSI

Badan Pengelola Investasi Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang baru resmi berstatus Badan Usaha Milik Negara pada Senin, 25 Mei 2026.

Langkah pengisian jabatan ini menjadi awal dari pembentukan struktur organisasi kedeputian ekspor tersebut. Dilansir dari Detik Finance, instansi komoditas ini tercatat baru mempekerjakan satu orang pegawai untuk memimpin operasional awal.

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Pandu Sjahrir memaparkan situasi pertumbuhan internal lembaga tersebut dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026. Skema perekrutan personel akan diterapkan secara bertahap meniru pola pengembangan awal induk organisasinya.

"Sebagai perusahaan baru dibentuk Senin minggu lalu, Senin kemarin baru menjadi persero BUMN, jadi cukup cepat. Kebetulan pegawainya baru satu, Luke. So, Luke is there. Saya terima kasih juga dia orang asing, jadi walaupun banyak yang WA dia, dia nggak bisa jawab juga WA itu," ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Danantara.

Fase awal pembentukan entitas ini sengaja membatasi jumlah personel demi efisiensi adaptasi struktur. Pandu Sjahrir menyamakan proses ini dengan kondisi pendirian institusi induk yang semula digerakkan oleh tiga orang saja pada Februari tahun lalu sebelum berekspansi massal.

"Kalau misalnya bapak ibu ingat, Danantara dimulai Februari dimulai dengan 3 orang. Akhir Maret dan April, 30 orang. Sekarang setahun then 450 orang," ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Danantara.

Kebutuhan keahlian spesifik dalam sektor perdagangan komoditas internasional mendorong kebijakan pencarian tenaga kerja hingga ke tingkat mancanegara. Manajemen menegaskan bahwa persaingan bursa kerja untuk profesi penasihat dagang sangat ketat di pasar internasional.

"Jadi dari sisi sumber daya manusia, kami juga rekrut dari global, bukan hanya di Indonesia, semuanya global. Seperti tadi saya sebut di batu bara hanya ada 2 ribu trader di dunia," sebut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Danantara.

Peluang penyerapan tenaga kerja lokal tetap terbuka melalui mekanisme penyaringan ketat dari perusahaan negara yang sudah berjalan. Penggabungan talenta domestik ditargetkan mampu memfasilitasi proses transfer ilmu pengetahuan terkait sistem pendanaan luar negeri.

"Tentu nanti akan ada juga dari BUMN yang akan kita coba rekrut juga human capital yang sudah ada itu untuk bisa belajar bareng. Contoh juga dari sisi financing, kalau financing ini sangat fokus kepada trade financing," beber Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Danantara.

Sektor pembiayaan perdagangan komoditas memerlukan kapabilitas khusus yang saat ini masih didominasi oleh pakar dari luar negeri. Upaya penarikan eksekutif global diharapkan dapat menutup celah kompetensi taktis pada industri strategis nasional tersebut.

"Untuk trade financing specifically, most of the talent tuh tidak banyak di Indonesia, banyaknya di luar negeri. Ini juga kita harus bisa recruit to transfer knowledge of doing financing yang menyangkut komoditas," tutup Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Danantara.

Artikel terkait

Rekomendasi