BPOM Tarik Produk Nail Polish Brasov Karena Kandungan Pewarna K10

BPOM Tarik Produk Nail Polish Brasov Karena Kandungan Pewarna K10

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengidentifikasi adanya kandungan pewarna Merah K10 yang berisiko memicu kanker pada produk pewarna kuku lokal bermerek Brasov pada Selasa (12/5/2026). Temuan ini memicu penarikan massal terhadap produk tersebut bersama 10 kosmetik lainnya yang dinilai mengandung bahan berbahaya dan cemaran di atas ambang batas aman.

Berdasarkan laporan pengawasan triwulan I tahun 2026, dilansir dari Detik Health, otoritas kesehatan melakukan tindakan tegas terhadap empat merek kosmetik hasil kontrak produksi serta sejumlah produk lokal dan impor. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa seluruh produk tersebut telah dilarang beredar demi keselamatan konsumen.

"Seluruh produk tersebut telah melalui pengujian laboratorium BPOM dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan keamanan," beber Taruna baru-baru ini.

Dalam proses pengawasan tersebut, petugas menemukan berbagai zat terlarang mulai dari merkuri, asam retinoat, deksametason, hidrokinon, hingga senyawa 1,4-dioksan. Taruna menekankan bahwa keberadaan bahan-bahan tersebut dalam produk kecantikan dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik pengguna.

"Temuan kosmetik mengandung bahan-bahan ini berpotensi menimbulkan risiko dan dampak serius bagi kesehatan masyarakat," kata Taruna.

Pihak Brasov menanggapi langkah BPOM dengan melakukan klarifikasi serta permohonan maaf kepada publik. Perusahaan mengklaim telah melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh terhadap seluruh lini produk pewarna kuku mereka di laboratorium yang sudah terakreditasi.

Langkah konkret yang diambil produsen meliputi penarikan dan karantina massal untuk varian nomor 125 yang terbukti mengandung zat pewarna K10. Seluruh stok yang tersisa juga telah dimusnahkan dengan pengawasan langsung dari petugas BPOM sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

"Demi memastikan keselamatan pelanggan secara keseluruhan, kami juga menguji varian nail polish lainnya di laboratorium," tulis Brasov dalam pernyataan resminya.

Hasil pengujian internal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada zat berbahaya yang ditemukan pada varian produk lainnya di luar nomor 125. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk tetap mengikuti standar keamanan nasional dalam setiap proses produksi mendatang.

"Kami akan terus patuh pada seluruh regulasi BPOM dan berkomitmen menghadirkan produk yang aman dan berkualitas," lanjut pernyataan tersebut.

Manajemen Brasov menutup pernyataan mereka dengan mengakui adanya kekhawatiran yang muncul di masyarakat akibat informasi penarikan produk ini. Perusahaan berharap langkah proaktif yang telah diambil dapat memulihkan kepercayaan konsumen terhadap keamanan produk kosmetik mereka.

"Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang muncul karena produk kami," tulis Brasov.

Artikel terkait

Rekomendasi