Sebuah unggahan mengenai makhluk pengisap darah yang sulit mati di media sosial Threads menarik perhatian publik karena memicu kekhawatiran warganet. Menanggapi fenomena tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi bahwa hewan berkaki banyak itu merupakan caplak dari famili Ixodidae.
Identifikasi satwa liar ini dikonfirmasi langsung oleh Profesor di bidang biologi BRIN, Rosichon Ubaidillah, seperti dilansir dari Detik iNET. Pengidentifikasian dilakukan setelah seorang pengguna internet mengeluhkan adanya biota mirip serangga yang menempel pada area kaki, leher, hingga rambut.
Hewan pengisap ini dipastikan berbahaya karena bertindak sebagai vektor penyebar mikroba patogen. Gigitan organisme tersebut berpotensi menularkan bakteri Rickettsia rickettsii penyebab Demam Berbintik Rocky Mountain serta bakteri Rickettsia conorii yang memicu Demam Berbintik Mediterania.
"Kemungkinan itu dari genus Rhipicephalus sp, bisa mengisap darah anjing, babi dan bisa manusia," terangnya melalui pesan singkat, Jumat (22/5/2026).
Dampak medis dari gigitan makhluk ini meliputi gejala demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, hingga kemunculan ruam merah berbentuk bintik kecil. Gejala ruam tersebut umumnya bermula dari area pergelangan tangan atau kaki sebelum akhirnya menyebar ke seluruh bagian tubuh.
Spesies ini memiliki perbedaan karakteristik jika dikomparasikan dengan lone star tick, meski keduanya masih berada dalam rumpun famili yang sama.
"Lone star tick kulitnya lebih keras. Dia menimbulkan Alpha-gal Syndrome atau pemicu kondisi alergi daging merah," tegasnya Profesor Rosichon Ubaidillah MPhil, PhD, Ilmuwan Biologi BRIN.