BSI Beli Hak Penamaan Stasiun LRT Dukuh Atas

BSI Beli Hak Penamaan Stasiun LRT Dukuh Atas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) resmi membeli hak penamaan untuk Stasiun LRT Dukuh Atas guna memperluas pangsa pasar nasabah, mulai Jumat (22/5/2026), dilansir dari Keuangan.

Langkah ini membuat nama tempat pemberhentian transportasi umum tersebut resmi berubah menjadi LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia. Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah nasabah baru perbankan syariah tersebut.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo berharap langkah strategis ini dapat menaikkan jumlah nasabah, khususnya untuk produk layanan emas yang ditargetkan mencapai lebih dari 2 juta nasabah pada akhir 2026.

"Tahun ini kita menargetkan menjadi dua juta penabung emas, salah satu upayanya adalah dengan titik strategis seperti ini," kata Anggoro.

Hingga April 2026, jumlah nasabah emas BSI tercatat sudah melampaui angka satu juta nasabah, di mana bisnis emas ini juga menjadi penyumbang komisi terbesar pada kuartal 1-2026. Terkait anggaran, BSI memanfaatkan posisinya sebagai bagian dari bank pemerintah untuk berkoordinasi baik dengan PT KAI.

"Ini titik publik yang strategis, menghubungkan berbagai moda. Harapannya inilah menjadi pintu kita untuk meningkatkan awareness dan juga dikonversi sebagai akuisisi nasabah baru," ucap Anggoro.

Sebelum di LRT, BSI sudah mematok hak penamaan di Stasiun MRT Lebak Bulus. Anggoro menyatakan saat ini belum ada rencana lanjutan untuk membeli hak penamaan di lokasi transportasi umum lainnya.

Langkah penamaan ini juga sudah dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk di stasiun MRT Blok M. EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Heryn menyatakan bahwa pemilihan lokasi ini disesuaikan dengan prospek bisnis perusahaan.

"Melalui kerja sama ini, BCA berharap dapat turut berkontribusi mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik," kata Hera.

Pihak BCA juga menyatakan tetap membuka peluang kerja sama penamaan tempat serupa di masa mendatang demi menumbuhkan skala bisnis. Strategi ini dinilai efektif oleh pengamat perbankan untuk membangun ingatan merek di masyarakat.

Head of Research LPPI, Trioksa Siahaan menilai penamaan di transportasi umum efektif meningkatkan familiaritas bank di masyarakat, walau dampaknya untuk penambahan nasabah membutuhkan waktu jangka panjang.

"Investasi naming ke depannya tergantung kepada strategi bank masing-masing. Untuk bank besar kemungkinan masih akan berlanjut dengan pemilihan tempat yang selektif," kata Trioksa.

Trioksa menambahkan bahwa strategi ini ampuh menaikkan kepercayaan nasabah dan kini menjadi tren bagi bank besar yang bermodal cukup. Selain BSI dan BCA, korporasi lain yang sudah menerapkan strategi ini meliputi Halte Senayan Bank Jakarta, Halte Pancoran BJB, dan MRT Dukuh Atas BNI.

Artikel terkait

Rekomendasi