BSI Salurkan Pembiayaan KPP Syariah Rp 819 Miliar hingga April 2026

BSI Salurkan Pembiayaan KPP Syariah Rp 819 Miliar hingga April 2026

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat dukungan terhadap program perumahan pemerintah dengan menyalurkan Pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) berbasis syariah sebesar Rp 819 miliar hingga April 2026. Penyaluran modal kepada 2.385 nasabah tersebut dihitung sejak peluncuran program pada Oktober 2025.

Realisasi penyaluran KPP BSI sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai Rp 747 miliar kepada 2.190 nasabah, seperti dilansir dari Keuangan. Angka pencapaian tersebut setara dengan sekitar 60 persen dari total kuota yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 1,25 triliun.

Skema pembiayaan dari sisi permintaan menyerap dana terbesar dengan nilai mencapai Rp 740 miliar. Sementara itu, penyaluran pembiayaan dari sisi penawaran tercatat sebesar Rp 7 miliar.

Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasika Ananta menjelaskan bahwa program KPP menjadi salah satu strategi perseroan dalam membantu masyarakat memperoleh hunian pendukung usaha. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif.

"Program ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja melalui sektor perumahan," ujar Bob Tyasika Ananta dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (24/5/2026).

Pelaku UMKM yang memanfaatkan pembiayaan KPP diberikan penawaran margin setara 6 persen efektif per tahun. Fasilitas ini dirancang guna mendukung akses pembiayaan modal kerja maupun investasi pembangunan rumah pendukung usaha.

"Program ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja melalui sektor perumahan," kata Bob Tyasika Ananta.

Penyaluran pembiayaan KPP BSI di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyerap dana sebesar Rp 44 miliar untuk 110 nasabah. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 5,9 persen dari total penyaluran secara nasional.

BSI juga mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 3,78 triliun kepada 25.785 nasabah hingga April 2026. Perseroan turut menyalurkan Rp 198 miliar untuk pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis di 211 titik.

Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) juga telah disalurkan sebanyak 1.201 unit rumah sepanjang Januari hingga April 2026. Aset BSI pada kuartal I-2026 tumbuh 14,78 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 460 triliun.

Pertumbuhan tersebut dibarengi kenaikan laba bersih perseroan sebesar 17,1 persen secara tahunan menjadi Rp 2,2 triliun. Saat ini, total penyaluran pembiayaan BSI menyentuh Rp 329 triliun dengan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 376,8 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi