PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memacu penjualan aset properti melalui mekanisme lelang terbuka. Seperti dilansir dari Keuangan, pihak perbankan menyediakan sebanyak 10.000 unit rumah second untuk dilelang sepanjang tahun 2026.
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap hunian sekunder. Skema lelang dinilai menjadi alternatif menarik di tengah tren kenaikan harga hunian baru yang ada di pasaran saat ini.
SEVP Assets Management BTN Benjamen Sihombing menjelaskan bahwa rumah yang ditawarkan lewat jalur lelang memiliki daya tarik tersendiri dari sisi harga. Nilai properti tersebut lebih miring sekitar 20% hingga 40% jika dibandingkan dengan unit hunian baru.
Untuk mempermudah akses kepemilikan, perbankan menyediakan fasilitas pembiayaan khusus melalui program KPR BTN Maju. Fasilitas ini menawarkan suku bunga mulai 5% fixed selama lima tahun, uang muka ringan dari 1%, serta jangka waktu kredit hingga 30 tahun.
Mekanisme ini dinilai memberikan perlindungan bagi konsumen dari fluktuasi pasar. Pembelian rumah baru melalui KPR reguler berpotensi terdampak oleh kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang berujung pada lonjakan cicilan bulanan.
"Ini menjadi momentum besar buat masyarakat umum. Walau BI Rate naik 50 bps, KPR lelang kita masih bisa bertahan di bunga fixed 5% selama lima tahun," kata Benjamen dalam konferensi pers, Senin (25/5/2026).
Dari total unit yang dipasarkan, pihak perbankan mematok target penjualan berkisar antara 35% hingga 45%. Angka tersebut dinilai realistis dan sejalan dengan proyeksi pemulihan aset kredit bermasalah perusahaan pada periode ini.
"Itu sudah cukup luar biasa menggerakkan nilai ekonomi yang termasuk juga pemulihan kepada bank," kata Benjamen
Pelaksanaan lelang akbar ini berlangsung secara bertahap mulai Januari hingga Desember 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengakses seluruh daftar hunian melalui platform digital Bale Lelang BTN, baik lewat situs resmi maupun aplikasi seluler.