PT Budi Gadai Indonesia membukukan pertumbuhan bisnis gadai emas sebesar 24,1 persen dari awal tahun hingga April 2026, meskipun pergerakan harga komoditas tersebut cenderung fluktuatif sepanjang tahun ini.
Fluktuasi harga emas dinilai memengaruhi nilai taksir jaminan yang berdampak langsung pada naik turunnya potensi pembiayaan gadai, seperti dilansir dari Keuangan pada Jumat (22/5/2026).
"Kenaikan harga emas mendorong pertumbuhan pembiayaan, tetapi penurunan harga bisa menekan aset dan profitabilitas kemajuan perusahaan," jelas Budiarto Sembiring, Direktur PT Budi Gadai Indonesia.
Masyarakat dinilai masih menaruh minat tinggi terhadap gadai emas karena aset ini dianggap likuid dan aman untuk memenuhi kebutuhan dana cepat.
Namun, Budiarto Sembiring mengakui bahwa minat gadai nasabah di perusahaannya mengalami penurunan pada Mei 2026 akibat adanya penyesuaian biaya administrasi serta nilai bunga.
Bunga untuk agunan emas di Budi Gadai Indonesia mengalami kenaikan menjadi 3 persen dari yang sebelumnya sebesar 2,4 persen sejak awal Mei 2026.
Untuk memacu pertumbuhan bisnis ke depan, manajemen menyiapkan strategi diversifikasi layanan, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan edukasi masyarakat.
Langkah strategis lainnya berfokus pada penyediaan layanan yang cepat, transparan, dan terpercaya demi menjaga daya saing di industri pergadaian.
Perusahaan kini turut memperkuat manajemen risiko dan kepatuhan sembari aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan layanan gadai legal untuk menghindari risiko praktik gadai ilegal.