Bursa Efek Indonesia Libur, Cermati Saham Cum Dividen Awal Juni 2026

Bursa Efek Indonesia Libur, Cermati Saham Cum Dividen Awal Juni 2026

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami jeda operasional dan baru akan dibuka kembali pada Selasa, 2 Juni 2026. Liburnya pasar modal ini terjadi karena momentum akhir pekan yang bertepatan dengan hari libur nasional Hari Lahir Pancasila.

Para pelaku pasar yang mengincar keuntungan dari pembagian keuntungan emiten diimbau untuk memperhatikan jadwal penting. Sejumlah saham dijadwalkan memasuki tenggat akhir pencatatan hak atas dividen pada awal bulan tersebut.

Batas waktu pembelian saham agar pemegang saham tetap berhak mendapatkan pembagian keuntungan dikenal dengan istilah cum dividen. Investor yang baru melakukan transaksi pembelian setelah melewati tanggal ex dividen dipastikan kehilangan hak atas distribusi keuntungan tersebut.

Dikutip dari Investasi, tercatat ada 13 emiten dari berbagai sektor yang menjadwalkan cum dividen tunai tepat pada tanggal 2 Juni 2026. Sektor-sektor korporasi tersebut bergerak di bidang infrastruktur, batu bara, konsumer, konstruksi, hingga perusahaan berstatus BUMN.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan saat ini menawarkan tingkat pengembalian hasil atau dividend yield yang berada di atas rata-rata industri. Tingkat pengembalian yang ditawarkan emiten-emiten tersebut melampaui rata-rata pasar yang biasanya bergerak di kisaran 3% hingga 5%.

Meskipun potensi keuntungan terlihat menggiurkan, pelaku pasar tetap disarankan untuk melakukan analisis yang mendalam. Faktor fundamental keuangan perusahaan, tingkat likuiditas perdagangan saham, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang wajib menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan investasi.

Para analis pasar modal juga memberikan peringatan mengenai fenomena jebakan dividen atau dividend trap. Kondisi ini merujuk pada situasi ketika persentase hasil dividen terlihat sangat tinggi, namun kinerja bisnis inti emiten sebenarnya sedang mengalami kemunduran. Akibatnya, pergerakan harga saham berisiko mengalami penurunan yang signifikan setelah melewati tanggal ex dividen.

Artikel terkait

Rekomendasi