Menilai kualitas ikan lele sering kali dianggap hal yang sederhana bagi sebagian besar masyarakat. Namun, ketelitian dalam memilih sangat diperlukan karena tidak semua ikan yang tersedia di pasar memiliki kondisi kesehatan yang optimal untuk dikonsumsi.
Dilansir dari Detik Health, kualitas daging lele sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan habitat hingga pola pemberian pakan selama masa pemeliharaan. Konsumen perlu waspada agar tidak mendapatkan ikan yang kurang higienis atau sakit.
Pakar budidaya perikanan dari IPB University, Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, menjelaskan bahwa aspek fisik merupakan indikator utama dalam menentukan mutu ikan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan proporsi tubuh ikan tersebut.
"Tubuh lele proporsional (kepala tidak lebih besar), panjang (tidak buntet), daging tebal (jangan pilih yang kurus), lele warna hitam cerah, bau tidak amis, tekstur kenyal," kata Cecilia.
Ikan yang berkualitas baik biasanya memiliki kulit berwarna hitam yang tampak mengkilap dan merata. Hindari memilih ikan dengan warna kulit yang terlihat pucat atau memiliki corak belang-belang yang tidak wajar.
Kondisi fisik luar juga harus dipastikan bebas dari segala bentuk cacat atau luka. Adanya kerusakan pada bagian luar tubuh ikan dapat menjadi tanda bahwa lele tersebut sedang mengalami stres atau terserang penyakit.
Salah satu strategi paling efektif saat berbelanja adalah dengan mengutamakan lele yang masih dalam keadaan hidup. Gerakan ikan yang aktif dan responsif menunjukkan bahwa tingkat kesegarannya masih terjaga dengan baik.
Cecilia menyarankan konsumen untuk lebih selektif dan jika memungkinkan, memahami asal-usul tempat budidaya ikan tersebut. Hal ini sejalan dengan standar Good Aquaculture Practices (GAP) untuk menjamin keamanan pangan.
"Sebaiknya membeli ikan lele hidup, dengan kondisi lele sehat, badan proposional (bukan kepala saja yang besar), tidak cacat, lebih baik lagi kalau pernah melihat tempat budidayanya atau kenal petaninya." jelas Cecilia.
Kelayakan konsumsi juga berkaitan erat dengan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam proses pembesaran ikan. Ikan yang dipelihara di air mengalir dengan pakan yang terjamin cenderung memiliki kualitas daging yang lebih baik.
"Indikator lele layak dikonsumsi: ikan sehat, dipelihara di air mengalir atau pemeliharaan sesuai SNI, pakan pabrikan/mandiri, badan tidak cacat dan proporsional, bukan kepala saja yang besar, warna cerah/hitam tidak pucat atau belang-belang." jelasnya.
Meskipun sering dijual dengan harga yang sangat terjangkau, ikan lele merupakan sumber nutrisi yang sangat kaya. Kandungan gizi di dalam daging lele bahkan sering dibandingkan dengan kualitas nutrisi yang ditemukan pada ikan salmon.