Cashlez Catatkan Rugi Bersih Rp67,74 Miliar Sepanjang 2025

Cashlez Catatkan Rugi Bersih Rp67,74 Miliar Sepanjang 2025

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) tengah menghadapi tantangan besar dalam menavigasi kinerja keuangan mereka sepanjang tahun buku 2025. Emiten teknologi finansial ini mencatatkan kerugian yang cukup signifikan di tengah persaingan industri pembayaran digital yang kian ketat.

Dilansir dari Suara, perusahaan melaporkan rugi bersih sebesar Rp67,74 miliar sepanjang tahun 2025. Kondisi ini dipicu oleh pembengkakan beban operasional serta tingginya biaya pendanaan yang harus ditanggung perseroan.

Penurunan performa finansial juga terlihat dari sisi pendapatan yang mencapai Rp110,19 miliar. Angka tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang menyentuh Rp138,34 miliar.

Manajemen Perseroan mengakui bahwa kualitas pendapatan menjadi tantangan utama saat ini. Penurunan kontribusi dari penjualan perangkat keras yang selama ini mendominasi struktur pendapatan turut memberikan tekanan pada profitabilitas perusahaan.

"Kami melihat bahwa pertumbuhan volume transaksi belum sepenuhnya diikuti oleh kualitas pendapatan yang optimal. Hal ini menjadi fokus utama Perseroan dalam melakukan penyesuaian strategi ke depan, khususnya dalam meningkatkan monetisasi dan efisiensi operasional," ungkap manajemen dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).

Meski menghadapi tekanan laba, aktivitas transaksi di ekosistem Cashlez sebenarnya menunjukkan tren positif. Hal ini dibuktikan dengan jumlah mitra merchant yang telah berkembang hingga mencapai 29,7 ribu unit.

Potensi pasar pembayaran digital di Indonesia sendiri masih sangat terbuka lebar. Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi nasional pada triwulan I-2026 mencapai 14,39 miliar transaksi, atau tumbuh 33,76 persen secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan transaksi QRIS bahkan melonjak drastis hingga 119 persen YoY. Tren penggunaan non-tunai yang masif ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi CASH untuk segera memperbaiki model bisnisnya.

Sebagai langkah strategis, Cashlez kini mulai bergeser ke model bisnis fintech berbasis layanan yang dinilai lebih berkelanjutan. Transformasi ini mencakup integrasi teknologi terbaru serta langkah rebranding identitas baru menjadi cashUP.

Untuk memperkuat struktur modal dan likuiditas, perusahaan telah melaksanakan aksi korporasi melalui skema rights issue. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa depan, meski terdapat potensi dilusi bagi pemegang saham.

Manajemen meyakini bahwa upaya transformasi dan efisiensi ini memerlukan waktu sebelum memberikan dampak nyata terhadap kinerja finansial. Strategi investasi ini dijalankan untuk menyeimbangkan ambisi pertumbuhan pasar dengan target profitabilitas jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi