CBRE Group Catat Kenaikan Pendapatan dan Rampungkan Sewa Properti

CBRE Group Catat Kenaikan Pendapatan dan Rampungkan Sewa Properti

CBRE Group, Inc. membukukan kenaikan pendapatan kuartalan sebesar 18,1 persen menjadi 10,53 miliar dolar AS secara tahunan dan merampungkan kontrak sewa jangka panjang ruang industri seluas 150.000 kaki persegi di Fargo, North Dakota pada Mei 2026.

Dilansir dari PDI Perjuangan Bali, pencapaian tersebut melampaui estimasi konsensus analis dengan perolehan laba per saham atau Earnings Per Share (EPS) mencapai 1,61 dolar AS dari perkiraan awal sebesar 1,13 dolar AS.

Kesepakatan sewa jangka panjang di Gedung 4 Dakota Commerce Center ini melibatkan Horwitz, LLC sebagai penyewa properti logistik kelas A tersebut.

Tim perantara CBRE yang memimpin negosiasi perwakilan pemilik dan mitra pengembang Hyde Development serta Gremada Industries terdiri dari Chance Lindsey, Kyle Ferderer, dan Levi Gross.

"CBRE was able to procure another full-building, single-tenant user within six months of building completion, fully stabilizing the Dakota Commerce Center park," kata Chance Lindsey, Perwakilan CBRE.

Lindsey menambahkan bahwa momentum ini menunjukkan kekuatan pasar industri Fargo yang berkelanjutan serta tingginya permintaan dari penyewa berkualitas yang mencari fasilitas modern di lokasi strategis.

Fasilitas industri di 4060 37th St. N. ini menawarkan akses langsung ke Interstate 29 dan dekat dengan Bandara Internasional Hector.

Gedung yang selesai dibangun pada kuartal pertama tahun 2026 tersebut dilengkapi area parkir truk luas, ruang terbuka bersama, sistem pemadam kebakaran ESFR, ketinggian langit-langit 32 kaki, serta pintu muat dock dan drive-in.

Kinerja keuangan yang kuat memicu aksi beli oleh sejumlah investor institusi besar yang kini menguasai 98,41 persen saham CBRE Group berdasarkan dokumen 13F kepada Securities and Exchange Commission (SEC).

Dilansir dari Media Kompeten, North Dakota State Investment Board membuka posisi baru dengan membeli 10.201 saham senilai 1,64 juta dolar AS pada kuartal keempat.

ABN Amro Investment Solutions juga meningkatkan kepemilikannya sebesar 43,4 persen dengan membeli 10.013 saham tambahan, sehingga totalnya menjadi 33.089 saham senilai 5,32 juta dolar AS dari data MarketBeat.

Investor institusi lain yang turut memperkuat posisi adalah Abacus Wealth Partners LLC senilai 2,147 juta dolar AS, Arjuna Capital sebesar 1,547 juta dolar AS, Soltis Investment Advisors LLC yang tumbuh 14,9 persen, serta May Hill Capital LLC senilai 292 ribu dolar AS.

Untuk target fiskal tahun penuh 2026, manajemen CBRE menetapkan panduan target EPS di kisaran 7,600 hingga 7,800 dolar AS dengan margin bersih 3,11 persen dan return on equity mencapai 24,08 persen.

Di pasar ekuitas, saham CBRE dibuka pada angka 130,86 dolar AS pada Jumat, 22 Mei 2026, setelah sempat melemah 1,7 persen ke level 128,16 dolar AS pada perdagangan Rabu sebelumnya.

Beberapa lembaga riset memberikan rekomendasi positif, seperti Barclays yang menaikkan target harga saham CBRE menjadi 178,00 dolar AS dengan peringkat overweight, dan Keefe, Bruyette & Woods yang mengerek target menjadi 175,00 dolar AS berperingkat outperform.

Evercore menetapkan target harga sebesar 179,00 dolar AS, sementara Raymond James Financial mematok target hingga 180,29 dolar AS.

Sementara itu, dokumen SEC mencatat aktivitas penjualan saham oleh pihak internal perusahaan dalam kurun waktu 90 hari terakhir dengan total mencapai 12.167 saham senilai 1,757 juta dolar AS.

Chief Financial Officer (CFO) Emma E. Giamartino menjual 9.223 saham pada 26 Februari dengan harga rata-rata 148,61 dolar AS, serta melepas 2.250 saham lainnya pada 15 Mei dengan harga rata-rata 130,74 dolar AS lewat rencana perdagangan terjadwal Rule 10b5-1.

Pihak internal lainnya, Chad J. Doellinger, juga melepas 471 saham miliknya pada Rabu, 11 Maret dengan harga rata-rata 133,51 dolar AS per saham, sehingga kini total kepemilikan internal perusahaan tersisa sebesar 0,46 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi