PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyisihkan saldo laba ditahan sebesar US$1,03 miliar dari keuntungan tahun buku 2025 untuk memperkuat aspek permodalan dalam rangka ekspansi regional.
Langkah penguatan modal tersebut berjalan beriringan dengan komitmen perseroan untuk menyalurkan sisa dividen final senilai US$30 juta atau setara Rp529,98 miliar kepada pemegang saham.
Keputusan krusial emiten petrokimia ini dipublikasikan secara resmi melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026.
Perseroan mencatatkan perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2025 mencapai US$1,09 miliar, dengan alokasi dana cadangan ditetapkan sebesar US$3 juta.
General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk, Erri Dewi Riani menegaskan keabsahan pelaksanaan pembagian hak pemegang saham tersebut dalam laporan tertulisnya kepada otoritas bursa.
"Rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2025 tersebut sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 13 Mei 2026," tulis Erri Dewi Riani selaku General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (19/5).
Melalui pengumuman resmi tersebut, Erri Dewi Riani juga merinci batas waktu akhir bagi para investor yang berhak masuk dalam daftar penerima keuntungan reguler perseroan.
"Selanjutnya, Pembayaran Dividen akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2026," sebut Erri Dewi Riani.
Di sisi lain, jajaran manajemen perusahaan memberikan penjelasan mengenai fokus bisnis jangka panjang korporasi yang saat ini sedang gencar direalisasikan melalui skema ekspansi dan diversifikasi regional.
"Perseroan terus berupaya memperkuat ketahanan bisnis melalui pengembangan portofolio usaha yang lebih terintegrasi dan terdiversifikasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur di tengah dinamika industri," ujar manajemen.
Dana pembagian dividen kali ini setara dengan Rp6,07341 per saham yang dihitung menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 19 Mei 2026 sebesar Rp17.666 per dolar AS.
Penyaluran ini menggenapi total alokasi dividen tahun buku 2025 menjadi sebesar US$50 juta, setelah dividen interim sebesar US$20 juta didistribusikan pada 28 November 2025.
Berdasarkan data bareksa.com, harga saham TPIA bertengger di level Rp3.120 per lembar pada perdagangan 19 Mei 2026, mencerminkan yield dividen 0,19 persen dan payout ratio 2,75 persen.
Kondisi finansial emiten saat ini ditopang oleh total ekuitas senilai US$4,66 miar serta saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai US$1,71 miliar.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, perseroan aktif mengeksekusi langkah taktis seperti akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte Ltd serta jaringan SPBU Esso di Singapura.
Perusahaan juga melanjutkan pembangunan proyek pabrik CA-EDC di Cilegon serta mempersiapkan penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI).
| Agenda Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 25 Mei 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 26 Mei 2026 |
| Recording Date (DPS) pukul 16.00 WIB | 29 Mei 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 29 Mei 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 2 Juni 2026 |
| Pembayaran Dividen Tunai | 17 Juni 2026 |