PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) siap mengucurkan sisa dividen final tahun buku 2025 senilai US$30 juta atau Rp6,07341 per saham kepada para pemegang saham pada 17 Juni 2026. Keputusan emiten petrokimia milik Prajogo Pangestu ini dilaporkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026.
Nilai sisa dana dividen final tersebut setara dengan Rp529,98 miliar yang dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 19 Mei 2026 sebesar Rp17.666 per dolar AS. Pembagian ini menggenapi total alokasi dividen tahun buku 2025 sebesar US$50 juta, setelah dividen interim sebesar US$20 juta telah disalurkan pada 28 November 2025.
Landasan pembagian keuntungan ini mengacu pada perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2025 yang mencapai US$1,09 miliar. Dari perolehan laba tersebut, manajemen menetapkan US$3 juta untuk dana cadangan dan menyisihkan US$1,03 miliar sebagai laba ditahan demi memperkuat aspek permodalan.
General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk, Erri Dewi Riani menegaskan keabsahan pelaksanaan pembagian hak pemegang saham tersebut dalam laporan tertulisnya kepada otoritas bursa.
"Rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2025 tersebut sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 13 Mei 2026," tulis Erri Dewi Riani selaku General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (19/5).
Melalui pengumuman resmi tersebut, Erri Dewi Riani juga merinci batas waktu akhir bagi para investor yang berhak masuk dalam daftar penerima keuntungan reguler perseroan.
"Selanjutnya, Pembayaran Dividen akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2026," sebut Erri Dewi Riani.
Di sisi lain, jajaran manajemen perusahaan memberikan penjelasan mengenai fokus bisnis jangka panjang korporasi yang saat ini sedang gencar direalisasikan melalui skema ekspansi dan diversifikasi regional.
"Perseroan terus berupaya memperkuat ketahanan bisnis melalui pengembangan portofolio usaha yang lebih terintegrasi dan terdiversifikasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur di tengah dinamika industri," ujar manajemen.
Berdasarkan data bareksa.com, harga saham TPIA ditutup pada level Rp3.120 per lembar pada perdagangan 19 Mei 2026, yang mencerminkan estimasi yield dividen sebesar 0,19 persen serta payout ratio 2,75 persen. Emiten ini tercatat mengantongi total ekuitas senilai US$4,66 miliar dan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$1,71 miliar.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, perusahaan aktif mengeksekusi sejumlah langkah strategis, termasuk akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte Ltd serta jaringan SPBU Esso di Singapura. Selain itu, TPIA melanjutkan proyek pabrik CA-EDC di Cilegon dan menyiapkan penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI).
| Agenda Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 25 Mei 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi | 26 Mei 2026 |
| Recording Date (DPS) pukul 16.00 WIB | 29 Mei 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 29 Mei 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 2 Juni 2026 |
| Pembayaran Dividen Tunai | 17 Juni 2026 |