Chanel Meraih Kenaikan Untung Dua Persen Berkat Koleksi Matthieu Blazy

Chanel Meraih Kenaikan Untung Dua Persen Berkat Koleksi Matthieu Blazy

Rumah mode asal Prancis, Chanel, berhasil membukukan pemulihan finansial secara signifikan dengan mencetak kenaikan keuntungan sebesar 2 persen sepanjang tahun 2025. Performa bisnis tersebut berangsur membaik menyusul tingginya antusiasme konsumen terhadap koleksi perdana dari desainer baru mereka, Matthieu Blazy.

Laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (19/5/2026) menunjukkan keuntungan Chanel meningkat hingga mencapai US$ 19,3 miliar atau sekitar Rp 335 triliun. Laba ini membalikkan keadaan dari periode sebelumnya yang sempat merosot 4,3 persen dari US$ 19,7 miliar menjadi US$ 18,7 miliar, seperti dilansir dari Wolipop.

Lonjakan penjualan dipicu oleh peluncuran karya debut Blazy pada ajang Paris Fashion Week Spring 2026 yang digelar September tahun lalu. Penunjukan Blazy pada Desember 2024 untuk menggantikan Virginie Viard terbukti mengembalikan kepercayaan basis pelanggan setia dan pencinta mode.

Ketika koleksi siap pakai tersebut mulai dipasarkan pada awal tahun ini, antrean panjang calon pembeli langsung memadati berbagai butik Chanel. Produk yang menjadi incaran utama meliputi flapbag kulit tanpa pola quilted seharga US$ 8.500 atau Rp 150 juta, jaket tweed 'boxy' berpotongan crop, serta sepatu heels dual tone.

Selain faktor kreativitas, kualitas tinggi dari lini ready to wear dan haute couture ini ditunjang oleh keahlian para artisan di Le 19M Paris. Di bawah arahan Blazy, Chanel juga memperluas pasar ke segmen pria dengan menggandeng figur publik seperti rapper A$AP Rocky dan aktor Pedro Pascal sebagai brand ambassador seiring tren pakaian genderless.

Strategi ekspansi tersebut berhasil menarik minat kelompok konsumen baru dalam jumlah besar. Momentum budaya ini semakin diperkuat oleh kehadiran model India Bhavitha Mandava dan model Sudan Awar Odhiang dalam peragaan busana mereka, yang mengantarkan Chanel memuncaki daftar 10 brand terpanas kuartal 2026 versi lyst.

Pihak department store mewah Harrods London turut mengonfirmasi dampak positif dari gelombang pelanggan baru ini terhadap penjualan produk.

"Masuknya klien baru yang sebelumnya belum pernah membeli Chanel, sangat fenomenal," ujar Simon Longland, direktur divisi fashion buying di department store mewah Harrods London, kepada Reuters.

Pertumbuhan bisnis rumah mode mewah ini pun diprediksi akan terus bergerak naik di masa mendatang berkat efek positif dari kepemimpinan kreatif Blazy.

Artikel terkait

Rekomendasi