China Sepakati Pembelian 200 Pesawat Boeing Bermesin GE Aerospace

China Sepakati Pembelian 200 Pesawat Boeing Bermesin GE Aerospace

China menyetujui pembelian 200 unit jet komersial Boeing yang diprediksi akan menggunakan mesin buatan GE Aerospace, sebagaimana disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada awak media pada Jumat (15/5). Transaksi ini berpotensi berkembang hingga pemesanan total 750 unit pesawat jika operasional berjalan lancar.

Kesepakatan tersebut dilansir dari Internasional merupakan kontrak besar pertama bagi Boeing dengan Beijing dalam hampir satu dekade terakhir. Selama ini, produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut kehilangan pangsa pasar di Tiongkok akibat ketegangan hubungan dagang antara kedua negara.

"Kesepakatan tersebut mencakup sekitar 200 pesawat dan janji hingga 750 jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik", kata Trump, Presiden AS.

Pernyataan ini muncul setelah adanya fluktuasi pada nilai saham Boeing yang sempat terkoreksi hampir 4 persen pada perdagangan sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh ekspektasi analis yang awalnya memperkirakan angka pesanan yang jauh lebih tinggi daripada laporan awal.

Informasi dari berbagai sumber sebelumnya menyebutkan bahwa pembicaraan antara Trump dan pemimpin China Xi Jinping sempat mengarah pada angka 500 jet. Jika jumlah tersebut terealisasi, maka volume pemesanan akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah industri penerbangan sipil dunia.

Pengadaan ini dipandang strategis bagi Tiongkok guna mengamankan kapasitas pertumbuhan pasar domestik mereka. Langkah tersebut diambil mengingat produksi pesawat buatan dalam negeri, COMAC C919, dilaporkan belum mampu memenuhi target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kehadiran CEO Boeing Kelly Ortberg dan CEO GE Aerospace Larry Culp dalam delegasi ke China menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan sengketa bisnis. Bagi pihak Boeing, kontrak ini menjadi momentum penting untuk memperkecil ketertinggalan persaingan dari Airbus di pasar Asia.

Meskipun pengumuman telah dilakukan oleh pihak kepresidenan, rincian spesifik mengenai tipe pesawat dan jadwal pengiriman belum dirilis secara resmi. Pihak Boeing sendiri belum memberikan komentar tambahan terkait detail teknis dari kesepakatan komersial yang baru saja diumumkan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi