PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) resmi mengumumkan pembagian dividen final tahun buku 2025 senilai USD 45,21 juta atau setara Rp788,10 miliar pada Selasa (12/5/2026). Keputusan ini diambil manajemen setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 8 Mei 2026.
Nilai dividen final yang akan diterima investor adalah sebesar Rp49,5272 per saham. Alokasi ini merupakan bagian dari total dividen tahun 2025 yang mencapai USD 68,16 juta, setelah sebelumnya perusahaan menyalurkan dividen interim sebesar USD 22,94 juta pada Desember 2025 menurut laporan Liputan6.com.
Sekretaris Perusahaan POWR, Rani Maheswari, memberikan rincian mengenai pembagian keuntungan tersebut dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
"Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sebesar US$45.218.312 atau setara Rp49,52 per saham," kata Rani Maheswari, Corporate Secretary POWR.
Penetapan besaran dividen didasarkan pada performa keuangan sepanjang 2025 di mana emiten pembangkit listrik ini membukukan laba bersih USD 72,05 juta. Sisa laba sebesar USD 3,81 juta dialokasikan sebagai saldo laba untuk memperkuat struktur permodalan jangka panjang perusahaan.
Pihak manajemen juga memberikan penegasan mengenai pengaruh pembagian dana tersebut terhadap stabilitas keuangan internal perusahaan.
"Ini bukan merupakan transaksi material yang membutuhkan persetujuan RUPS mengingat nilainya tidak lebih dari 50% dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan," kata Perseroan.
Secara terpisah, Direksi POWR menjelaskan strategi perusahaan dalam menjaga likuiditas melalui penerbitan surat utang senilai USD 350 juta dengan suku bunga 5,65 persen pada Maret 2025. Dana tersebut digunakan untuk melunasi kewajiban utang tahun 2026 agar kondisi finansial tetap terkendali.
"Dana yang diperoleh dari transaksi ini, setelah dikurangi biaya-biaya, akan digunakan bersama dengan uang tunai yang ada untuk melunasi secara penuh jumlah yang terutang oleh Perseroan atas Surat Utang 2026," ungkap Direksi POWR.
Langkah korporasi ini bertujuan untuk memberikan kepastian jangka panjang bagi para pemegang saham serta menjaga efisiensi operasional.
"Transaksi ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan dan memperpanjang periode jatuh tempo utang. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas finansial POWR dalam jangka panjang," jelas Direksi POWR.
| Agenda Pembayaran | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 20 Mei 2026 |
| Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi | 21 Mei 2026 |
| Cum Dividen Pasar Tunai | 22 Mei 2026 |
| Recording Date (DPS) | 22 Mei 2026 |
| Ex Dividen Pasar Tunai | 25 Mei 2026 |
| Pembayaran Dividen Tunai | 5 Juni 2026 |
Data keuangan per 31 Desember 2025 menunjukkan POWR memiliki saldo laba ditahan sebesar USD 302,84 juta dengan total ekuitas mencapai USD 714,98 juta. Seluruh proses pembayaran dividen akan dilakukan melalui koordinasi dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).