PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai lebih dari Rp4 triliun kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Jumat (17/4/2026). Alokasi pembayaran ini setara dengan 60 persen dari total laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp6,78 triliun.
Sebagaimana dilansir dari Stocksetup, sisa dari laba bersih tersebut akan digunakan sebagai laba ditahan untuk mendukung rencana ekspansi bisnis perusahaan di masa mendatang. Jadwal pembayaran dividen ini ditetapkan akan dilakukan paling lambat dalam waktu 30 hari kalender terhitung setelah pelaksanaan RUPST.
Jumlah dividen tahun ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan periode tahun buku 2024 yang berjumlah Rp3,9 triliun. Kinerja keuangan yang stabil turut mempengaruhi pergerakan saham BNGA di bursa, di mana pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), saham ditutup menguat 1,64 persen ke level 1.855 dengan kenaikan year to date sebesar 4,80 persen.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menjelaskan bahwa konsistensi kinerja perusahaan menjadi pondasi utama dalam kebijakan pembagian dividen tersebut.
"Kinerja ini mencerminkan kesehatan fundamental bisnis. Dengan strategi Forward30, kami optimistis dapat terus memberikan nilai tambah berkelanjutan," ujar Fransiska Oei, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga.
Selain keputusan dividen, RUPST juga memberikan persetujuan terhadap rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan volume maksimal 220.000 saham. Aksi korporasi dengan nilai mencapai Rp480 juta ini ditujukan sebagai bagian dari program remunerasi berbasis saham bagi pihak manajemen yang masuk kategori Material Risk Taker (MRT).
Perubahan susunan manajemen juga disahkan dalam rapat tersebut, termasuk perpanjangan masa jabatan Didi Syafruddin Yahya selaku Presiden Komisaris. Perseroan turut mengangkat Budiman Tanjung sebagai Direktur baru dan mengukuhkan kembali M. Quraish Shihab sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah.
Guna memenuhi aspek audit keuangan tahun buku 2026, CIMB Niaga kembali menunjuk Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC). Langkah ini diambil seiring fokus perusahaan pada penguatan layanan perbankan digital dan strategi ekspansi guna menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.