CISDI Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Layanan Kesehatan Primer

CISDI Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Layanan Kesehatan Primer

Keterlibatan lintas sektor kini menjadi krusial dalam memperkuat layanan kesehatan primer guna menghadapi tantangan sistem kesehatan dunia yang terus berkembang secara dinamis.

Langkah strategis tersebut mengemuka dalam diskusi panel resmi World Health Assembly (WHA) 2026 di Jenewa, Swiss, pada Rabu (20/5/2026) yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sebagaimana dilansir dari Money.

Pendiri dan CEO CISDI, Diah Satyani Saminarsih, menjelaskan bahwa arsitektur kesehatan global perlu dirancang ulang agar kebijakan serta kemitraan internasional dapat lebih responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah cara baru membangun kemitraan kesehatan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat," ujar Diah Satyani Saminarsih, Pendiri dan CEO CISDI.

Sektor pelayanan primer saat ini dinilai masih menghadapi hambatan besar, terutama terkait keterbatasan investasi finansial dan dukungan penguatan kapasitas.

"Solusi yang dibangun juga perlu menyesuaikan konteks lokal agar sistem kesehatan bisa lebih berkelanjutan dan benar-benar menjawab kebutuhan komunitas," lanjut Diah Satyani Saminarsih, Pendiri dan CEO CISDI.

Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, turut memberikan pandangan mengenai pentingnya peran institusi pendidikan tinggi dalam menjembatani teori dan implementasi nyata di masyarakat.

"Universitas berperan penting sebagai penghubung antara realitas lokal dan pengetahuan global, agar solusi yang dibangun benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Sudirman Said, Rektor Universitas Harkat Negeri.

Perwakilan WHO, Kumanan Rasanathan, ikut menegaskan bahwa prioritas utama alokasi sumber daya global yang terbatas harus tetap diarahkan pada sektor pelayanan dasar.

"Kami bertanya, apa yang seharusnya menjadi fungsi dari arsitektur kesehatan global? Bagi sebagian besar negara, ini berkaitan dengan barang publik global," kata Kumanan Rasanathan, perwakilan WHO.

Ia juga mengingatkan pentingnya realisasi komitmen kerja sama internasional yang konkret demi tercapainya target kesehatan global yang merata.

"Sudah saatnya kita menepati janji untuk bekerja sama dan berkolaborasi demi kesehatan global yang lebih baik," lanjut Kumanan Rasanathan, perwakilan WHO.

Pakar dari Harvard Medical School, David Duong, menambahkan bahwa penurunan kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan menjadi tantangan besar saat ini.

"Kami telah menyaksikan begitu banyak laporan tentang kepercayaan terhadap sistem layanan kesehatan yang menurun secara signifikan," ujar David Duong, pakar Harvard Medical School.

Sebagai bentuk implementasi nyata, CISDI memperkenalkan Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) yang merupakan model kolaborasi bersama UHN, PT Tamaris Hidro, dan Harvard Medical School di Tegal, Jawa Tengah.

"Kami bergabung dengan PHIL tidak sekadar untuk memberikan dukungan simbolis, tetapi berinvestasi pada kemitraan yang kami yakini mampu menjawab kesenjangan struktural," ucap Mohammad Syahrial, Presiden Direktur PT Tamaris Hidro.

Artikel terkait

Rekomendasi