Costco Turunkan Harga Bensin demi Tarik Minat Pembeli Masuk Toko

Costco Turunkan Harga Bensin demi Tarik Minat Pembeli Masuk Toko

Jaringan ritel Costco menekan margin keuntungan dengan menjual bensin murah guna mendorong tingkat kunjungan pelanggan ke dalam gudang belanja mereka di tengah lonjakan harga bahan bakar di Amerika Serikat.

Dilansir dari KCCI, fenomena tingginya harga bahan bakar akibat konflik berkepanjangan di Iran membuat banyak stasiun pengisian bahan bakar Costco kewalahan melayani lonjakan permintaan masyarakat yang mencari alternatif harga lebih terjangkau.

Melalui laporan keuangan kuartalan pada hari Kamis, pihak manajemen menyatakan bahwa tingginya volume penjualan bensin berbiaya rendah berpotensi menekan margin keuntungan bersih perusahaan secara keseluruhan.

Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang karena sekitar setengah dari pelanggan yang mengisi bahan bakar di stasiun pengisian Costco dipastikan akan melanjutkan aktivitas belanja fisik ke dalam area gudang ritel.

Peningkatan lalu lintas konsumen di area perbelanjaan tercatat mengalami kenaikan sekitar 5 persen, dengan kecenderungan nilai belanja yang lebih besar saat mereka berada di dalam toko.

"We believe this will drive even greater loyalty with these members in the future, as members who use our gas stations typically spend more with us in the warehouse," kata Roland Vachris, CEO Costco.

Pimpinan perusahaan mengonfirmasi situasi tersebut memaksa para pelanggan mengalokasikan porsi pendapatan yang lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka.

Guna memaksimalkan momentum kedatangan konsumen, Costco turut memperluas pemberian potongan harga untuk komoditas pangan pokok seperti daging dan telur yang diletakkan di bagian belakang area gudang.

"We saw it as an opportunity, recognizing that our members were dealing with higher gas prices, to really invest in increasing value to the member," kata Gary Millerchip, CFO Costco.

Manajemen Costco kini berfokus mempertahankan stabilitas pertumbuhan jumlah anggota dan volume penjualan ritel ini ketika tren harga bahan bakar minyak pasar dunia kembali bergerak turun.

Artikel terkait

Rekomendasi