Tanggal 4 Februari setiap tahunnya menjadi momentum krusial dalam kalender global untuk memperingati berbagai peristiwa penting kemanusiaan. Fokus utama pada tanggal ini tertuju pada Hari Kanker Sedunia yang dipelopori oleh Union for International Cancer Control (UICC) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dilansir dari Caritahu, peringatan pada tahun 2026 ini menandai tahun kedua dari kampanye tiga tahun yang mengusung tema "United by Unique" atau Bersatu dalam Keunikan. Tema tersebut memberikan penekanan pada pentingnya pelayanan kesehatan yang berpusat pada sisi kemanusiaan setiap individu.
Konsep tersebut mengakui bahwa pengalaman setiap orang dalam menghadapi kanker bersifat personal dan unik, sehingga diperlukan pendekatan medis yang holistik. Di Indonesia, peringatan ini menjadi panggilan aksi kolektif untuk memperkuat sistem kesehatan yang inklusif di tengah meningkatnya kasus kanker nasional.
Peringatan internasional ini telah dirayakan secara global sejak tahun 2000 untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pencegahan dan pengobatan kanker. Fokus kampanye tahun 2026 menekankan pada pemberian perawatan yang memenuhi kebutuhan individu, keluarga, dan komunitas secara menyeluruh.
Melalui tema "United by Unique", penyelenggara kesehatan didorong untuk melihat sosok manusia di balik status sebagai pasien. Berbagai kegiatan biasanya difokuskan pada edukasi deteksi dini serta pemberian dukungan psikososial bagi para penyintas kanker guna menekan angka fatalitas penyakit tersebut.
Hari Persaudaraan Manusia Internasional
Selain isu kesehatan, 4 Februari juga diperingati sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional (International Day of Human Fraternity). Peringatan yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2020 ini bertujuan mempromosikan dialog antaragama serta perdamaian dunia.
Lahirnya hari besar ini terinspirasi dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Grand Imam Al-Azhar di Abu Dhabi pada 2019. Di Indonesia, momentum ini selaras dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk mengatasi diskriminasi serta konflik lintas budaya.
Hari Membaca Nyaring Sedunia
Peringatan lain yang jatuh pada Rabu pertama Februari 2026 adalah Hari Membaca Nyaring Sedunia atau World Read Aloud Day. Gerakan global ini diinisiasi oleh LitWorld untuk memperkuat literasi melalui kekuatan cerita yang dibacakan secara lisan.
Masyarakat didorong untuk melakukan aksi membaca nyaring bagi anak-anak, keluarga, maupun komunitas guna membangun empati dan mempererat ikatan sosial. Di berbagai wilayah Indonesia, kegiatan ini sering diwujudkan dalam sesi bercerita di perpustakaan maupun tantangan literasi di media sosial.