BPI Danantara Akuisisi Saham GOTO Lewat Pasar Sekunder

BPI Danantara Akuisisi Saham GOTO Lewat Pasar Sekunder

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara resmi menjadi pemegang saham minoritas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada Mei 2026. Langkah investasi institusi pengelola dana pemerintah ini dilakukan melalui transaksi di pasar sekunder dengan porsi kepemilikan di bawah satu persen.

Kepemilikan saham tersebut dikonfirmasi oleh manajemen GOTO sebagai bentuk masuknya modal negara ke dalam struktur emiten teknologi tersebut. Dilansir dari Suara, nilai transaksi ini tidak dirinci secara detail, namun dipastikan statusnya merupakan investasi portofolio.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, memberikan penegasan bahwa saat ini institusinya belum memiliki rencana untuk menambah porsi kepemilikan di GOTO. Fokus utama dari aksi korporasi ini adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi pihak pengelola dana.

"Ya kita lihat aja, itu kan hanya investasi aja dan memang seharusnya bisa menghasilkan profit yang baik Kita lihat juga, ke sana gak ada tambahan yang lain," ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara.

Pandu menjelaskan bahwa Danantara masih memantau perkembangan nilai investasi tersebut tanpa strategi tambahan yang mendesak. Pihaknya memosisikan diri untuk menunggu hasil dari modal yang telah ditempatkan pada perusahaan decacorn tersebut.

"Belum mikirin sampai sejauh mana. Kita nanti lihat aja, kalau udah ada game plan nanti kita komunikasikan ke publik," ucap Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara.

Corporate Secretary GOTO, R A Koesoemohadiani, memberikan tanggapan terkait kehadiran institusi raksasa pemerintah tersebut di jajaran pemegang saham perseroan. Ia menyatakan bahwa perusahaan terbuka bagi semua investor yang masuk melalui mekanisme bursa.

“Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ujar Koesoemohadiani, Corporate Secretary GOTO.

Manajemen menilai kehadiran Danantara sebagai dorongan moral yang signifikan meskipun porsi sahamnya tergolong kecil. Investasi ini dianggap sebagai validasi atas potensi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di masa depan serta penguatan tata kelola perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi