Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyoroti minimnya sentimen kecerdasan buatan atau AI dalam pasar modal Indonesia yang memicu koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (11/5/2026).
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa performa bursa Taiwan dan Korea Selatan mampu melejit signifikan berkat narasi industri AI. Sebaliknya, IHSG justru mencatatkan penurunan hingga dua digit sejak awal tahun karena masih didominasi industri tradisional.
Dilansir dari Market, Pandu mengungkapkan hasil pertemuannya dengan pemimpin teknologi dunia saat berkunjung ke Amerika Serikat. Terdapat empat perusahaan raksasa yang mulai melirik potensi sumber daya di tanah air.
"Kemarin juga saya ketemu dengan the big, ada 4 perusahaan terbesar di dunia untuk teknologi. Semuanya mau ke Indonesia nyarinya energi," kata Pandu, Chief Investment Officer Danantara.
Penegasan mengenai ketidaksiapan sektor energi domestik dalam menyambut tren teknologi global menjadi poin utama evaluasi Danantara. Pandu menilai fundamental pasar modal saat ini belum memiliki emiten yang secara spesifik mengikuti perkembangan AI untuk menggerakkan harga saham.
"Padahal untuk AI berkembang seharusnya basis energi yang mengikuti itu. Jadi ya boleh dibilang apakah ini [koreksi tajam IHSG] soal MSCI? Menurut saya, MSCI sudah relatif melunak. Mungkin adalah soal kreativitas kalau mau lihat," jelas Pandu, Chief Investment Officer Danantara.
Perbandingan dilakukan terhadap pasar modal India dan Taiwan yang memiliki kapitalisasi pasar besar lewat dukungan infrastruktur teknologi. Pandu memberikan contoh nyata keberadaan TSMC di Taiwan dan proyek pembangkit listrik masif di India yang didedikasikan untuk mendukung pusat data AI.
Hingga saat ini, bobot IHSG masih sangat bergantung pada saham perbankan besar sementara sektor energi belum memanfaatkan peluang pertumbuhan dari ekosistem digital tersebut.
"Aku udah ngomong sama beberapa owner-nya perusahaan energi. Kenapa kalian gak punya off-taker data center? Then you can tell a story energy for AI. Hanya cerita kayak gitu, di Korea, di Amerika, saham bisa naik 5-6 kali lipat. Tapi aku udah nginfo-in, tapi gak dijalanin," tandas Pandu, Chief Investment Officer Danantara.