Proses perampingan atau streamlining di Telkom Group kini mulai bergulir di bawah pengawasan Danantara.
Langkah restrukturisasi besar-besaran ini disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dilansir dari Detik Finance.
Dalam keterangannya, Dony Oskaria memaparkan bahwa korporasi telekomunikasi tersebut akan melikuidasi belasan anak perusahaannya.
Dari total 62 anak usaha yang dimiliki saat ini, proses penciutan akan dilakukan secara bertahap hingga menyisakan belasan perusahaan saja.
"Jadi semua konsolidasi itu terjadi semua. Nah ini dari 67 kurang lebih jadi 19 perusahaan. (Yang dilikuidasi) Saya lupa 12 atau 14," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR , Jakarta, Senin (8/6/2026).
Kebijakan penataan ini tidak hanya terbatas pada pembubaran entitas semata, melainkan melalui berbagai skema korporasi.
Agenda perampingan tersebut mencakup langkah merger, divestasi, likuidasi, hingga konsolidasi lini bisnis internal.
Selain itu, skema ini juga mengarah pada pembentukan enterprise holding baru untuk memperkokoh sektor infrastruktur telekomunikasi serta bisnis digital nasional.
Meski melibatkan pengurangan jumlah anak usaha yang cukup signifikan, jaminan perlindungan ketenagakerjaan tetap menjadi prioritas utama.
Dony Oskaria menegaskan bahwa perampingan struktur organisasi ini sama sekali tidak akan memicu pemutusan hubungan kerja terhadap para pegawai.
"Kan banyak konsolidasi, misalkan kayak fiber optik itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya menjadi besar, karyawannya ikut, kan ini merger," tutur Dony.