Danantara Indonesia resmi menetapkan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang dibentuk secara khusus untuk mengelola kegiatan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.
Keputusan strategis tersebut disampaikan langsung oleh CEO Danantara Rosan Roeslani saat melakukan kunjungan ke Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari Money.
"Untuk saat ini (Dirut PT DSI) Luke Thomas," kata CEO Danantara Rosan Roeslani.
Legalitas pembentukan PT DSI tercatat dalam Surat Keputusan (SK) Pengesahan Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 yang terbit pada 19 Mei 2026. Dokumen resmi tersebut dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum.
Sebelum memimpin PT DSI, Luke Thomas Mahony yang merupakan warga negara Australia telah mengemban amanah sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025. Ia tercatat memiliki rekam jejak panjang selama lebih dari 21 tahun di industri pertambangan global.
Berdasarkan riwayat kariernya, Luke Thomas Mahony sempat menduduki posisi Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO) periode Juli 2024 hingga September 2025. Ia juga lama berkarier di Vale Base Metals Kanada dengan mengisi jabatan teknis dan strategis termasuk Chief Technical Officer dan Direktur.
Selain di Vale, pengalaman kerja Mahony juga mencakup korporasi tambang raksasa asal Australia, BHP Billiton, pada periode Juli 2010 hingga Juli 2014. Di bidang akademik, ia memegang gelar sarjana Mining Engineering serta tiga gelar master dalam bidang Keuangan, Teknik Pertambangan, dan Geomekanika dari University of New South Wales, Australia.