DCI Indonesia Raih Fasilitas Kredit Rp17 Triliun dari BCA

DCI Indonesia Raih Fasilitas Kredit Rp17 Triliun dari BCA

PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mengamankan penambahan fasilitas kredit investasi senilai Rp17 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) untuk mendukung perluasan usaha. Kesepakatan pendanaan jumbo ini secara resmi dilaporkan melalui keterbukaan informasi pada Selasa (5/5/2026).

Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai belanja modal perusahaan dalam membangun infrastruktur teknologi informasi yang lebih masif. Dilansir dari Market, sekretaris perusahaan menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang emiten milik Toto Sugiri tersebut.

Corporate Secretary DCII Indri Koesindrijastoeti menjelaskan bahwa perolehan fasilitas kredit ini ditujukan untuk memastikan pengerjaan proyek pusat data berjalan sesuai rencana. Fokus utama pembiayaan adalah penyelesaian fasilitas yang sedang berjalan dan pemenuhan komitmen kepada pelanggan.

"Fasilitas Kredit Investasi dengan total limit kredit sampai dengan Rp17 triliun yang akan digunakan untuk mendanai kebutuhan belanja modal perseroan dalam rangka pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak," katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/5/2026).

Sebagai bentuk jaminan atas pinjaman tersebut, perseroan telah mengagunkan sejumlah aset penting yang mencakup tanah, bangunan, hingga seluruh perangkat mesin di pusat data. Selain itu, rekening giro di BCA juga dijadikan agunan sementara hingga seluruh pengikatan aset lainnya selesai secara sempurna.

Manajemen menegaskan bahwa keputusan ini telah mengantongi restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Persetujuan diberikan untuk menjadikan lebih dari 50 persen kekayaan bersih perusahaan sebagai jaminan utang guna memperoleh pendanaan eksternal.

Pinjaman bernilai besar ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi struktur keuangan perusahaan tanpa mengganggu operasional utama. Pihak manajemen optimistis bahwa dukungan perbankan ini memperkuat kapasitas DCII dalam menyelesaikan layanan yang sudah terkontrak.

"Secara substansial, transaksi ini bersifat aditif terhadap kapasitas keuangan perseroan dan tidak merubah kegiatan usaha utama perseroan," tambahnya.

Berdasarkan data keuangan per Maret 2026, aset DCII tercatat sebesar Rp7,26 triliun, tumbuh dari posisi Desember 2025 yang sebesar Rp6,64 triliun. Meskipun nilai kredit dari BCA mencapai Rp17 triliun, perseroan melaporkan ekuitas saat ini berada di angka Rp4,38 triliun dengan liabilitas Rp2,87 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi