Grup investor yang dipimpin Delta Air Lines berkomitmen memberikan pinjaman berjangka baru senilai 100 juta dolar AS kepada Wheels Up Experience Inc. guna mendukung program pembaruan armada pada Senin (11/5/2026).
Kesepakatan ini memberikan opsi penambahan fasilitas sebesar 100 juta dolar AS dari investor baru maupun lama, yang diproyeksikan bakal menambah likuiditas perusahaan sebesar 165 juta dolar AS pada kuartal ini.
Langkah pendanaan tersebut diambil di tengah laporan kerugian EBITDA dan EBITDAR Wheels Up pada kuartal pertama 2026, meskipun terdapat peningkatan pada sisi kinerja operasional perusahaan penerbangan jet pribadi tersebut.
CEO Wheels Up, George Mattson menjelaskan bahwa pembiayaan ini akan menyokong transisi perusahaan menuju penggunaan jet ringan Embraer dan pesawat Bombardier kategori super-midsize yang lebih modern.
"Q1 is always the weakest quarter…in the airline business, and we expected Q1 to be negative after Q4 was positive, and we also knew it would be the highest point of transitory cost," ujar George Mattson, CEO Wheels Up.
Mattson menyatakan bahwa kerugian tersebut sudah diantisipasi sebelumnya mengingat kuartal pertama merupakan periode terlemah dalam bisnis penerbangan dan bertepatan dengan biaya transisi armada yang tinggi.
"Wheels Up is no longer competing on access or price; it is competing on experience, operational reliability, and a product architecture built for how today’s high-value travelers want to fly," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Visi perusahaan saat ini adalah beralih dari penyedia layanan berbiaya rendah menjadi kompetitor bagi pemain besar di segmen premium penerbangan pribadi dengan fokus pada keandalan operasional.
"Excluding these impacts, underlying margin performance continued to improve meaningfully versus prior years," tulis George Mattson, CEO Wheels Up dalam surat kepada investor.
Penurunan marjin kontribusi yang terjadi disebut dipengaruhi oleh penjualan bisnis layanan non-inti serta inefisiensi sementara yang muncul akibat proses transisi armada yang sedang berlangsung.
"We expect to meet our liquidity needs for the next 12 months with a combination of cash and cash equivalents, cash flows from operations, strategic dispositions of legacy aircraft assets, proceeds from borrowings under the Proposed 2026 Term Loan expected to be provided by the Lead Lenders and, depending on market conditions, sales of shares of Common Stock under the ATM Program or other debt or equity financings," tulis manajemen dalam laporan 10-Q Wheels Up.
Berdasarkan data keuangan kuartal pertama 2026, Wheels Up mencatatkan pendapatan GAAP sebesar 168,9 juta dolar AS, atau mengalami penurunan sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun pendapatan menurun, perusahaan berhasil menekan rugi bersih menjadi 82,9 juta dolar AS dari angka 99,3 juta dolar AS pada kuartal pertama 2025 menurut laporan yang dirilis ke publik.
| Kategori | Q1 2025 | Q2 2025 | Q3 2025 | Q4 2025 | Q1 2026 |
|---|---|---|---|---|---|
| Total Pesanan Bruto | 241,9 | 261,9 | 266,6 | 269,0 | 267,2 |
| Penjualan Blok | 133,0 | 127,0 | 127,0 | 188,0 | NA |
| Pendapatan | 177,5 | 189,6 | 185,4 | 183,8 | 168,9 |
| Laba (Rugi) Kotor | (1,1) | 2,2 | (1,3) | 12,8 | (1,9) |
| Marjin Kontribusi Penyesuaian | 12,6% | 12,2% | 12,7% | 19,1% | 8,7% |
| Rugi Bersih | (99,3) | (82,3) | (83,7) | (28,9) | (82,9) |
| EBITDA Penyesuaian | (24,2) | (29,0) | (23,2) | 32,9 | (28,1) |
| EBITDAR Penyesuaian | (18,8) | (25,1) | (19,7) | 36,9 | (18,3) |
"The continued backing of our lead investor group – led by Delta Air Lines – along with the additional new support from AIP Capital, provides the investment capital needed to execute our growth plan and finish our transition to a newer, more modern fleet," kata George Mattson, CEO Wheels Up.
Dukungan dari Delta Air Lines dan AIP Capital dianggap sebagai modal krusial bagi Wheels Up untuk menuntaskan pembaruan armada jet mereka guna menarik segmen pengguna korporat.
Pada bulan April lalu, Wheels Up telah menyelesaikan pemecahan saham terbalik (reverse stock split) kedua guna memenuhi aturan harga saham di Bursa Efek New York (NYSE).