Dewan Direksi British Petroleum Pecat Chairman Albert Manifold

Dewan Direksi British Petroleum Pecat Chairman Albert Manifold

Dewan direksi British Petroleum (BP) resmi mencopot Albert Manifold dari jabatan chairman pada Selasa (26/5/2026) waktu setempat akibat kekhawatiran serius terkait tata kelola perusahaan dan perilaku kepemimpinan. Langkah mendadak ini memicu guncangan baru di struktur manajemen tertinggi raksasa migas asal Inggris tersebut.

Pemberhentian Manifold dipicu oleh laporan seorang whistleblower yang mendeteksi pola perilaku yang tidak dapat diterima oleh dewan perusahaan. Berdasarkan keterangan dari empat sumber yang mengetahui kasus ini, mantan pimpinan tersebut juga dilaporkan sering bersikap agresif terhadap beberapa rekan kerja.

"Albert telah membantu memberikan fokus dan percepatan transformasi BP. Namun, dewan terkejut dan kecewa setelah mengetahui adanya masalah pengawasan tata kelola dan perilaku yang dianggap tidak dapat diterima, sehingga kami mengambil tindakan tegas," ujar Direktur Independen Senior BP Amanda Blanc, dikutip dari Reuters, Jumat (29/5/2026).

Melalui pernyataan resmi manajemen, BP menegaskan keputusan pemecatan untuk posisi chairman sekaligus direktur perusahaan ini berlaku segera setelah seluruh jajaran dewan direksi mencapai konsensus bulat.

"Keputusan ini menyusul munculnya kekhawatiran serius yang disampaikan kepada dewan terkait standar tata kelola penting, pengawasan, dan perilaku," tulis BP dalam pernyataannya.

Di sisi lain, Albert Manifold secara tegas menolak seluruh tuduhan yang diarahkan kepada dirinya dan mengklaim pencopotan diambil sepihak tanpa komunikasi awal.

"I was dismissed without warning and without explanation," kata Manifold.

Mantan chairman tersebut juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan perlawanan hukum demi menjaga reputasi profesional yang telah dibangunnya.

"I entirely refute the characterisation of my behaviour and I will not allow a false narrative to go unchallenged," tambahnya.

Kasus ini memperpanjang catatan ketidakstabilan manajerial korporasi mengingat Manifold baru menjabat selama delapan bulan sejak Oktober 2025. Sebelumnya, Bernard Looney dipecat dari posisi CEO pada 2023, disusul mundurnya Murray Auchincloss secara mendadak pada Desember 2025 hingga posisi CEO kini dipegang oleh Meg O’Neill.

Seringnya pergantian kepemimpinan dalam waktu singkat ini mendapat sorotan tajam dari pengamat industri global karena dinilai dapat mengganggu fokus bisnis utama perusahaan.

"BP sekarang sudah memiliki CEO ketiga dan chairman ketiga dalam waktu kurang dari tiga tahun. Jelas bahwa memperbaiki tata kelola perusahaan dan strategi bisnis harus menjadi prioritas,” ujar Direktur konten investor institusional Morningstar, Lindsey Stewart.

Pengumuman restrukturisasi paksa ini langsung memicu reaksi negatif di pasar finansial, di mana saham BP di bursa London sempat merosot hingga hampir 10 persen sebelum akhirnya ditutup melemah sekitar 4 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi