Emiten alat kesehatan PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK) tengah menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan global untuk mendatangkan produk deteksi Hantavirus ke Indonesia pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil perusahaan guna mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut di tengah meningkatnya kewaspadaan dunia.
Direktur Utama CHEK, F.X Yoshua R, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan diskusi mendalam dengan beberapa mitra internasional. Fokus pembicaraan tersebut berkaitan dengan pengadaan alat kesehatan yang khusus digunakan untuk pemeriksaan Hantavirus sebagaimana dilansir dari Market.
"Kami sedang melakukan pembicaraan intens dengan beberapa produk atau brand-brand besar dunia untuk kerja sama mendatangkan alat kesehatan untuk pemeriksaan Hantavirus di Indonesia," ujar Yoshua, Direktur Utama CHEK.
Upaya ekspansi ini merupakan respons atas peringatan global mengenai risiko Hantavirus. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah melaporkan indikasi infeksi virus ini pada sebuah kapal pesiar yang menunjukkan potensi penularan antarmanusia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah menginstruksikan penguatan sistem surveilans dalam negeri. Pemerintah berencana memperketat panduan skrining menyeluruh untuk mencegah masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia.
CHEK telah menyiapkan infrastruktur diagnostik untuk mendukung kebutuhan tersebut, termasuk teknologi PCR dan molecular. Perusahaan juga menyediakan sistem genomic sequencing guna memantau pergeseran strain virus serta sistem immunoassay untuk deteksi serologi.
Langkah diversifikasi ke produk zoonotik dinilai krusial karena Hantavirus memiliki kemampuan mutasi yang cepat. Kebutuhan terhadap teknologi molekuler dan genomik diprediksi akan meningkat seiring penguatan deteksi dini penyakit menular secara global.
Selain rencana ekspansi, CHEK melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025 yang dipicu oleh distribusi lini genomic sequencing. Pendapatan perusahaan melonjak 30,04% secara tahunan menjadi Rp201,30 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor diagnostik klinis menyumbang kontribusi terbesar mencapai Rp142,19 miliar bagi pendapatan perusahaan. Sementara itu, segmen life science memberikan kontribusi tambahan sebesar Rp59,11 miliar pada periode yang sama.