Dinas Kesehatan DKI Jakarta sedang memantau pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang 15 di Cakung, Jakarta Timur, menyusul kasus keracunan massal siswa. Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, tercatat 252 murid melaporkan gejala medis usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa instansinya telah melakukan pembinaan berkala melalui inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) dan pelatihan bagi petugas pengolah makanan di fasilitas tersebut. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif sebelum insiden keracunan terjadi di sejumlah sekolah wilayah Cakung.
"IKL sudah dilakukan, dan saat ini SPPG dalam proses perbaikan dan pelatihan bagi penjamah makanan," kata Ani, Sabtu, 9 Mei 2026.
Berdasarkan data operasional, SPPG Pulogebang 15 tercatat baru mulai berfungsi sejak 31 Maret 2026. Merujuk pada regulasi Badan Gizi Nasional (BGN), setiap satuan pelayanan memiliki tenggat waktu selama tiga bulan untuk menyelesaikan pengurusan SLHS sebagai standar keamanan pangan resmi.
Total terdapat tujuh institusi pendidikan yang terdampak insiden ini, mulai dari tingkat RA, SDN, MI, hingga MTs di area Jakarta Timur. Data Dinas Kesehatan menunjukkan 188 murid telah mengakses layanan kesehatan, dengan puluhan di antaranya masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
"Sampai hari ini ada 26 murid yang masih menjalani perawatan di rumah sakit," ujar Ani.
Dinas Kesehatan Jakarta saat ini masih menunggu kepastian penyebab kontaminasi melalui uji laboratorium terhadap sampel makanan. Dugaan sementara mengarah pada kondisi fisik hidangan pangsit tahu yang dilaporkan memiliki rasa menyimpang saat dikonsumsi oleh para siswa pada Jumat lalu.
"Namun, dugaan dari fisik makanan berasal dari sajian pangsit tahu," ucap Ani.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban. Kepastian mengenai kandungan zat atau bakteri penyebab keracunan tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi setelah hasil pengujian laboratorium terbit pada Selasa, 12 Mei 2026 mendatang.