Bank OCBC NISP Bagikan Dividen Tunai Rp1,03 Triliun

Bank OCBC NISP Bagikan Dividen Tunai Rp1,03 Triliun

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengesahkan pembagian dividen tunai senilai Rp1,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Keputusan yang diambil pada April 2026 ini menetapkan pemegang saham akan menerima pembayaran sebesar Rp45 per lembar saham.

Sebagaimana dilansir dari Stocksetup, nilai dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 20,42 persen dari total laba bersih perseroan. Pada tahun buku 2025, emiten perbankan ini berhasil membukukan keuntungan bersih sebesar Rp5,06 triliun.

Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, memberikan rincian mengenai alokasi keuntungan perusahaan yang dicapai sepanjang periode tersebut.

"Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menyampaikan bahwa laba bersih perseroan pada 2025 mencapai Rp5,06 triliun." ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP.

Berdasarkan harga saham NISP yang berada di posisi Rp1.365 pada 10 April 2026, potensi imbal hasil atau yield dividen tercatat sekitar 3,29 persen. Angka ini terpantau lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito bank yang berada di rentang 2 persen hingga 3 persen.

Selain pembagian dividen, perusahaan mengalokasikan Rp100 juta dari laba bersih sebagai cadangan umum. Perseroan juga mendapat persetujuan untuk melakukan aksi korupsi pembelian kembali atau buyback saham sebanyak 438 ribu unit guna keperluan remunerasi variabel manajemen.

Berikut adalah jadwal lengkap distribusi dividen tunai NISP bagi para investor:

Jadwal Pembayaran Dividen NISP
AgendaTanggal Pelaksanaan
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi)17 April 2026
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi)20 April 2026
Cum Dividen (Pasar Tunai)21 April 2026
Ex Dividen (Pasar Tunai)22 April 2026
Recording Date (Daftar Pemegang Saham)21 April 2026
Pembayaran Dividen (Payment Date)4 Mei 2026

Manajemen menyatakan bahwa kinerja tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang solid. Perusahaan tetap fokus pada strategi jangka panjang serta pengelolaan risiko yang ketat di tengah dinamika ekonomi global.

Artikel terkait

Rekomendasi