Dokter Gia Pratama Ungkap Bayaran BPJS Kesehatan Hanya Rp30 Ribu per Pasien

Dokter Gia Pratama Ungkap Bayaran BPJS Kesehatan Hanya Rp30 Ribu per Pasien

Sistem pengupahan tenaga medis dalam program jaminan kesehatan nasional kembali menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Kabar ini mencuat setelah Dokter Gia Pratama membeberkan nominal bayaran yang ia terima saat menangani pasien BPJS Kesehatan.

Dilansir dari Suara, Dokter Gia mengungkapkan bahwa bayaran yang diterima dokter dari sistem BPJS Kesehatan tergolong sangat minim. Dalam sebuah diskusi di kanal digital, ia menyebut angka Rp30 ribu untuk setiap pasien yang ditangani.

Kondisi ini terungkap saat Dokter Gia berbincang dengan Habib Husein Ja'far Al Hadar. Ia menyoroti fenomena di mana peningkatan jumlah pasien dan tindakan medis tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan yang diterima para tenaga medis.

"Karena kalau pasien banyak, dari BPJS cuma segitu-gitu aja. Curhat dong saya," katanya.

Dokter yang aktif di media sosial ini memberikan gambaran mengenai beban kerja yang harus dijalani. Ia mencontohkan penanganan kasus serius seperti kecelakaan yang memerlukan tindakan medis intensif mulai dari infus hingga penjahitan luka.

"Menurut habib, saya itu dapat berapa per pasien? Pasien datang kecelakaan, aku harus infus, aku harus jahit, bikin dia sadar lagi, dirawat sampai sembuh, aku dapat berapa dari BPJS?" tanyanya.

Habib Ja’far sempat memberikan perkiraan angka sekitar Rp500 ribu untuk prosedur medis serumit itu. Namun, Dokter Gia memberikan penegasan bahwa kenyataannya jauh di bawah ekspektasi masyarakat umum.

"Rp30 ribu, jarang yang ngomongin ini. BPJS mah ngasih ke rumah sakit, rumah sakit yang bagiin ke dokter," bebernya.

Mekanisme distribusi dana dari BPJS Kesehatan ternyata harus melewati proses pembagian di internal manajemen rumah sakit. Dana yang dikucurkan tidak sepenuhnya menjadi hak dokter yang melakukan tindakan medis secara langsung.

Gia menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut harus dibagi untuk menutupi berbagai pos biaya lainnya. Hal ini mencakup pengadaan obat-obatan, biaya pemeriksaan laboratorium, rontgen, hingga upah tenaga kesehatan lainnya seperti perawat.

"Misal rumah sakit dapat sekian ratus ribu, tapi itu kan buat obat, lab, rontgen, perawat, dokternya ini yah," tambahnya.

Informasi yang dibagikan melalui potongan video ini langsung memicu reaksi luas di berbagai platform media sosial. Banyak masyarakat menyatakan rasa prihatin setelah mengetahui rincian pembagian dana yang dianggap tidak sebanding dengan tanggung jawab nyawa pasien.

Komentar netizen menunjukkan simpati mendalam terhadap perjuangan para dokter di balik fasilitas layanan kesehatan publik. Pengakuan ini memberikan perspektif baru mengenai tantangan ekonomi yang dihadapi tenaga medis dalam menjalankan profesinya.

Artikel terkait

Rekomendasi