Jemaah haji diimbau untuk membuang panas tubuh secara mandiri guna mengantisipasi paparan suhu ekstrem selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Senin (25/5/2026).
Langkah antisipasi mandiri tersebut sangat diperlukan terutama apabila fasilitas pendingin udara di dalam tenda tidak berjalan secara maksimal, seperti dilansir dari Cahaya.
Dokter dari Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Bandara, dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi menjelaskan bahwa tindakan penurunan suhu tubuh tidak boleh menanti munculnya gejala pusing atau lemas pada tubuh jemaah.
"Kita harus mengaktifkan sistem 'pendinginan eksternal mandiri' untuk menurunkan suhu tubuh," tegas dr Fathi, Senin (25/5/2026).
Upaya pendinginan tersebut dapat diaplikasikan melalui beberapa metode efektif, salah satunya dengan mengompres titik pembuluh darah besar menggunakan handuk basah pada leher, ketiak, dan lipatan paha.
"Mendinginkan area ini ibarat mendinginkan air radiator; darah yang lewat di jalur utama tersebut akan cepat dingin dan mengalirkan rasa sejuk ke seluruh tubuh," jelas dr Fathi.
Selain kompres, jemaah juga disarankan menyemprotkan air ke wajah dan tubuh dikombinasikan dengan penggunaan kipas, serta memakai pakaian katun yang longgar dan cerah bagi jemaah wanita maupun pria yang sudah tahallul.
"Proses penguapan air dari kulit ini meniru mekanisme keringat alami dan sangat efektif membuang panas tubuh secara instan," tambah dr Fathi.
Petugas kesehatan harus segera dihubungi jika ditemukan indikasi bahaya seperti kram otot, pusing berputar, mual, denyut jantung cepat, atau kondisi kulit yang sangat panas dan kering tanpa keringat.
"Jika kulit justru terasa sangat panas dan kering tapi tidak bisa keluar keringat lagi, itu adalah tanda darurat (heat stroke)," dr Fathi memperingatkan.
Stabilisasi suhu tubuh di Armuzna menjadi kunci vital dalam mencegah kerusakan organ tubuh jemaah, yang mana hal ini juga menuntut kepedulian serta pengawasan antar sesama rekan di dalam tenda.
"Saling mengingatkan untuk menyemprot air dan minum adalah sedekah terbaik di Armuzna," pungkas dr Fathi.