Dokter Ingatkan Bahaya Tersengat Listrik pada Anak

Dokter Ingatkan Bahaya Tersengat Listrik pada Anak

Kasus sengatan listrik pada anak sering kali memperlihatkan kondisi luar tubuh yang tampak baik-baik saja. Namun, situasi tersebut sebenarnya berpotensi menyimpan risiko kerusakan serius di dalam tubuh sang buah hati.

Dikutip dari Medcom, bahaya yang tidak selalu langsung terlihat di permukaan meliputi gangguan irama jantung, kerusakan organ, hingga luka bakar dalam. Orang tua dilarang menyepelekan kondisi ini meskipun anak terlihat sadar atau hanya menangis sebentar.

Tindakan penanganan yang cepat dan tepat pada momen krusial menjadi penentu keselamatan jiwa anak. Berdasarkan informasi dari BabyCenter, terdapat beberapa langkah pertolongan pertama yang wajib dipahami sesuai dengan kondisi anak setelah tersengat aliran listrik.

Jika anak mengalami henti napas atau tidak ditemukan denyut nadi, segera minta orang lain di sekitar untuk menghubungi layanan darurat di nomor 112 atau nomor darurat setempat. Setelah itu, langkah resusitasi jantung paru (CPR) harus langsung dimulai.

Apabila Anda berada dalam situasi sendirian, lakukan tindakan CPR terlebih dahulu selama kurang lebih dua menit. Setelah tindakan awal tersebut selesai, Anda baru diperbolehkan meluangkan waktu untuk menghubungi layanan darurat.

Proses CPR wajib diteruskan secara konsisten oleh penolong. Tindakan ini baru boleh dihentikan setelah bantuan medis tiba di lokasi kejadian, atau ketika muncul tanda-tanda anak mulai bernapas kembali.

Saat menolong anak yang kesetrum listrik, hindari menyentuh tubuh korban menggunakan tangan kosong. Gunakan benda kering yang bersifat non-konduktor, seperti balok kayu, kain tebal, atau kertas gulung guna menjauhkan anak dari sumber aliran listrik.

Langkah Menghadapi Gejala Syok

Sengatan arus listrik juga dapat memicu kondisi syok pada tubuh anak. Gejala ini ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan lembap, wajah tampak pucat, serta laju napas atau denyut nadi yang mendadak menjadi cepat.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghubungi layanan darurat medis. Sembari menunggu bantuan, baringkan tubuh anak dengan memosisikan bagian kepala sedikit lebih rendah daripada posisi badannya.

Selanjutnya, angkat kedua kaki anak ke posisi yang lebih tinggi. Tindakan fisik ini bertujuan untuk membantu menjaga aliran darah di dalam tubuh korban tetap stabil mengalir ke organ-organ vital.

Pertolongan pada Luka Bakar Listrik

Jika sengatan listrik menyebabkan luka bakar, penolong dilarang keras menyentuh area luka tersebut. Anda juga tidak boleh memecahkan lepuhan yang terbentuk atau memaksa melepas pakaian yang menempel erat pada luka.

Penanganan medis untuk luka bakar akibat aliran listrik sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada tenaga medis profesional. Hal ini dikarenakan cedera tersebut berpotensi melibatkan kerusakan jaringan yang lebih dalam di dalam tubuh.

Luka bakar yang terjadi di area sekitar mulut membutuhkan perhatian dan pengamatan yang jauh lebih khusus. Cedera di area ini bisa terlihat ringan di luar, namun sebenarnya merusak bagian dalam tubuh korban.

Kondisi luka bakar mulut bahkan berisiko memicu perdarahan dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari pascakejadian. Jika terjadi perdarahan pada mulut anak, segera tutup area tersebut menggunakan perban bersih dan hubungi tenaga medis.

Kondisi Anak Tanpa Gejala

Evaluasi medis dari dokter tetap mutlak diperlukan meskipun anak tampak baik-baik saja tanpa gejala setelah tersengat listrik. Langkah pemeriksaan ini penting karena efek buruk dari arus listrik tidak selalu langsung memicu gejala seketika.

Dampak negatif dari paparan arus listrik pada organ dalam berpotensi besar baru muncul beberapa waktu setelah peristiwa terjadi. Pemeriksaan menyeluruh memastikan tidak ada cedera tersembunyi yang mengancam keselamatan anak.

Artikel terkait

Rekomendasi