Dokter Mata Ungkap Tiga Faktor Pemicu Katarak pada Usia Muda

Dokter Mata Ungkap Tiga Faktor Pemicu Katarak pada Usia Muda

Penyakit katarak ternyata tidak hanya diderita oleh kelompok lanjut usia (lansia). Gangguan penglihatan ini juga dapat menyerang masyarakat yang berusia lebih muda karena beberapa faktor risiko.

Kondisi ini terjadi saat lensa mata yang semula jernih berubah menjadi keruh. Dampaknya, penglihatan seseorang akan menjadi kabur, tampak berkabut, hingga mengalami sensitivitas berlebih terhadap cahaya.

Dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M membagikan beberapa faktor penyebab munculnya katarak, seperti dikutip dari Lifestyle.

Paparan sinar matahari menjadi salah satu pemicu utama katarak, terutama bagi penduduk di wilayah tropis seperti Indonesia. Radiasi ultraviolet yang mengenai mata secara terus-menerus tanpa pelindung dapat mempercepat kerusakan lensa.

“Salah satu penyebabnya atau faktor yang paling utama adalah dari matahari. Kita hidup di negara khatulistiwa otomatis paparan matahari sangat tinggi, sehingga memang katarak itu terjadi lebih cepat,” jelas dr. Nina dalam Media Briefing JEC di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Risiko ini mengintai orang-orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan dalam durasi lama. Penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV menjadi langkah penting untuk menekan risiko kerusakan tersebut.

Selain aspek lingkungan, faktor umur tetap memengaruhi kemunculan katarak. Perubahan protein pada lensa mata seiring bertambahnya usia membuat kelenturan dan kejernihannya berkurang secara perlahan.

Riwayat Penyakit Diabetes

Katarak dapat muncul sebelum seseorang menginjak usia 50 tahun. Fenomena ini umumnya dipicu oleh masalah kesehatan tertentu maupun riwayat cedera pada organ intim penglihatan.

“Tidak jarang ada pasien yang sudah katarak dan datang usianya belum sampai 50, tentu ada faktor lain seperti riwayat diabetes misalnya,” ujar dr. Nina.

Kadar gula darah yang tidak terkendali dalam jangka panjang terbukti merusak struktur lensa mata. Kondisi medis ini mempercepat proses kekeruhan pada lensa.

Trauma Akibat Benturan

Cedera atau trauma fisik pada area mata menjadi hal lain yang patut diwaspadai. Kecelakaan, jatuh, atau benturan keras berpotensi mengubah struktur mata dan memicu katarak.

“Kemudian, pernah ada trauma, seperti benturan, pernah jatuh, dan sebagainya, itu juga bisa memberikan efek juga memungkinkan untuk muncul katarak,” lanjutnya.

Dampak benturan keras sering kali baru muncul bertahun-tahun kemudian setelah kejadian. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara berkala sangat disarankan bagi orang yang pernah mengalami cedera kepala atau mata.

Penanganan Melalui Tindakan Operasi

Sebagian masyarakat masih menganggap katarak bisa disembuhkan dengan obat tetes mata atau ramuan herbal. Namun, pemulihan penglihatan hanya bisa dicapai melalui prosedur pembedahan.

“Kalau katarak tentu obatnya cuma satu, yaitu operasi. Kondisi ini tidak bisa diobati dengan obat tetes dan tiba-tiba sembuh,” kata dr. Nina.

Operasi dilakukan dengan mengganti lensa yang keruh menggunakan lensa buatan. Saat ini, metode FLACS (Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery) hadir sebagai pilihan modern yang menawarkan presisi tinggi dan pemulihan cepat.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala awal seperti pandangan buram, silau, atau sulit melihat di malam hari.

Artikel terkait

Rekomendasi