Tenaga medis menyarankan para ibu hamil untuk menghindari penggunaan riasan wajah yang tebal saat proses bersalin. Larangan ini bertujuan untuk mempermudah pemantauan tanda-tanda vital kesehatan ibu.
Dikutip dari Suara, penggunaan kosmetik dan cat kuku dapat menghalangi akurasi alat medis dalam mendeteksi kadar oksigen serta sianosis pada ibu. Tren "maternity glam" di media sosial memicu keinginan para ibu untuk tetap tampil cantik lewat dokumentasi foto pasca-melahirkan.
Secara psikologis, merasa cantik memang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan energi positif bagi ibu menjelang kontraksi. Namun, dokter kandungan maupun bidan tetap mengimbau agar ibu tidak menggunakan kosmetik secara berlebihan di ruang persalinan.
Alasan utama pembatasan ini bukan karena bahan kimia semata, melainkan karena fungsi klinis kulit dan kuku sebagai indikator kesehatan ibu. Dilansir dari Alodokter, kondisi fisik ibu harus terlihat jelas selama proses persalinan berlangsung.
Penggunaan kosmetik lengkap sebelum persalinan perlu dipertimbangkan kembali karena beberapa alasan krusial yang berdampak pada keselamatan medis.
1. Pemantauan Kadar Oksigen atau Saturasi
Pulse oximeter merupakan alat penting yang dijepitkan di ujung jari untuk mengukur kadar oksigen dalam darah saat persalinan. Hello Sehat menjelaskan bahwa penggunaan cat kuku atau kuku palsu jenis gel dan acrylic dapat menghalangi sensor alat tersebut.
Kondisi ini membuat hasil pembacaan kadar oksigen menjadi tidak akurat. Risiko ini sangat berbahaya, terutama jika terjadi komplikasi yang membutuhkan penanganan medis secara cepat.
2. Deteksi Sianosis akibat Kekurangan Oksigen
Tim medis memantau kondisi ibu melalui observasi fisik secara langsung, selain menggunakan bantuan mesin. Warna bibir dan rona kulit merupakan indikator alami yang sangat vital.
Bibir atau ujung jari yang mulai membiru menjadi pertanda bahwa ibu sedang kekurangan oksigen. Penggunaan lipstik tebal atau foundation dapat menyamarkan tanda-tanda klinis tersebut.
3. Risiko Infeksi dan Higienitas Ruangan
Proses persalinan secara normal maupun Caesar menuntut lingkungan yang benar-benar steril. Partikel dari bedak tabur atau eyeshadow yang rontok berisiko masuk ke area sensitif atau mengganggu kebersihan ruang operasi saat tindakan darurat.
4. Reaksi Alergi dan Iritasi Kulit
Fluktuasi hormon yang besar menjelang persalinan membuat kulit ibu menjadi jauh lebih sensitif. Penggunaan produk kosmetik yang berat berisiko memicu gatal atau iritasi di tengah proses mengejan.
Aturan Ketat untuk Operasi Caesar
Aturan mengenai penggunaan kosmetik menjadi jauh lebih ketat bagi ibu yang dijadwalkan menjalani operasi Caesar. Dokter anestesi wajib memantau sirkulasi darah pasien dengan sangat cermat selama prosedur pembedahan.
Penggunaan bulu mata palsu juga dilarang karena risiko lem yang lepas atau helai bulu mata masuk ke mata saat pasien tidak sadar. Hal tersebut dapat memicu terjadinya iritasi kornea.
Tips Tetap Segar Tanpa Kosmetik Berlebihan
Ibu hamil tetap bisa terlihat segar pada dokumentasi foto perdana bersama bayi tanpa harus melanggar protokol medis. Fokus pada perawatan kulit atau skincare menjadi solusi terbaik.
Penggunaan pelembap dan pembersih wajah akan membuat kulit terlihat sehat dan bersinar secara alami. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan tampak lebih bagus di kamera dibandingkan kulit yang tertutup foundation retak akibat keringat saat mengejan.