Stigma mengenai penyedap rasa atau micin yang dapat menurunkan kecerdasan telah melekat pada masyarakat selama puluhan tahun. Kekhawatiran ini kerap membuat orang tua enggan menambahkan Monosodium Glutamat (MSG) ke dalam masakan karena takut perkembangan otak anak terhambat.
Faktanya, tingkat kecerdasan seseorang tidak hanya ditentukan oleh satu jenis bumbu dapur karena perkembangan otak manusia jauh lebih kompleks. Seperti dilansir dari Detik Health, kunci utama agar sel-sel otak bekerja secara optimal setiap hari adalah konsumsi makanan bergizi seimbang.
Meskipun dalam tingkat yang lebih rendah, MSG tetap memiliki kandungan natrium seperti garam dapur. Pembatasan konsumsi natrium harian sangat penting dilakukan guna mencegah timbulnya berbagai macam penyakit berbahaya.
Adapun jumlah maksimal konsumsi natrium harian yang dianjurkan adalah sejumlah 2.300 miligram (mg). Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium secara berlebihan dapat memicu risiko penyakit hipertensi hingga gangguan kardiovaskular seperti stroke dan jantung.
"Micin tentunya juga kalau digunakan secukupnya itu juga bisa membantu kita untuk mengurangi asupan garam, itu intinya sebetulnya," jelas Dokter Spesialis Gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK.
Sementara itu, penelitian National Institute of Health (NIH) yang bertajuk 'Effect of monosodium L-glutamate (umami substance) on cognitive function in people with dementia' menyebut MSG tidak merusak fungsi otak. Efek ini tetap aman bahkan pada pengidap demensia jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Riset tersebut mengindikasikan bahwa MSG dapat membantu mempertahankan atau sedikit meningkatkan fungsi kognitif tertentu. Penambahan MSG untuk meningkatkan cita rasa makanan ternyata bisa memberikan manfaat ekstra bagi kesehatan kognitif.
Terdapat sejumlah menu makanan yang bisa dipadukan dengan tambahan micin dalam porsi wajar, salah satunya adalah nasi goreng gila. Kuliner ini dapat dikombinasikan bersama aneka sumber protein seperti daging sapi, ayam, dan telur.
Menu hidangan lain yang cocok menggunakan tambahan MSG yaitu sop daging hangat. Kunci utama dari kelezatan makanan ini bertumpu pada racikan bumbu sop daging yang diaplikasikan.
Terakhir, olahan daging seperti bakso juga dapat disajikan dengan porsi yang tidak berlebihan. Pembuatan kuah bakso menggunakan bahan sederhana seperti bawang putih, lada, daun bawang, dan kaldu sapi untuk menghasilkan cita rasa gurih khas pedagang.
Kreativitas dalam memasak dapat mengubah makanan yang mengandung MSG menjadi hidangan rumahan yang lezat dan bervariasi. Penggunaan micin tidak membuat bodoh selama dikombinasikan dengan makanan bernutrisi seimbang.