OMS Duga Ada Penularan Antarmanusia Hantavirus di Kapal MV Hondius

OMS Duga Ada Penularan Antarmanusia Hantavirus di Kapal MV Hondius

Organisasi Kesehatan Dunia (OMS) melaporkan dugaan transmisi hantavirus antarmanusia di kapal pesiar MV Hondius yang saat ini tertahan di lepas pantai Afrika Barat pada Selasa (5/5). Wabah tersebut telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan memicu peringatan kesehatan internasional terhadap 150 penumpang serta kru yang berada di dalam kapal tersebut.

Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi OMS, Dr. Maria Van Kerkhove, menjelaskan bahwa beberapa kasus yang teridentifikasi memiliki kontak yang sangat erat satu sama lain selama pelayaran. Saat ini terdapat tujuh kasus yang diidentifikasi oleh otoritas kesehatan, dengan rincian dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima lainnya berstatus suspek.

"Sabemos que algunos de los casos mantuvieron un contacto muy estrecho entre sí y, ciertamente, no se puede descartar la transmisión de persona a persona; por lo tanto, como medida de precaución, esto es lo que estamos asumiendo" ujar Maria Van Kerkhove.

Kerkhove menambahkan bahwa meskipun langkah pencegahan ketat sedang diambil, risiko bagi populasi umum tetap dinilai rendah. Virus ini tidak memiliki karakteristik penyebaran yang serupa dengan influenza atau Covid-19.

"El riesgo para la población general es bajo" tegas Maria Van Kerkhove.

Pernyataan tersebut diikuti dengan penegasan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan evakuasi medis bagi dua anggota kru yang menunjukkan gejala akut. OMS bersama operator Oceanwide Expeditions tengah menyiapkan pesawat medis khusus untuk menangani situasi tersebut.

"Este no es un virus que se propague como la gripe o como el covid, es bastante diferente" lanjut Maria Van Kerkhove.

Kapal yang berangkat dari Ushuaia, Argentina pada 20 Maret 2026 ini membawa penumpang dari berbagai negara, termasuk 17 warga Amerika Serikat dan 14 warga Spanyol. Biaya perjalanan ekspedisi ke Antartika ini berkisar antara 17.730 hingga 28.845 dolar AS per penumpang.

Jake Rosmarin, seorang videoblogger perjalanan yang berada di atas kapal, mengungkapkan suasana ketidakpastian yang dialami para penumpang melalui media sosial. Kapal MV Hondius saat ini dilarang bersandar di Praia, Tanjung Verde, dan diinstruksikan untuk tetap berada dalam isolasi ketat.

"Lo que está ocurriendo ahora mismo es muy real para todos nosotros aquí. No somos solo una historia. No somos solo titulares" kata Jake Rosmarin.

Dalam unggahan lainnya, Rosmarin menekankan keinginan kolektif seluruh orang di kapal untuk mendapatkan jaminan keamanan di tengah situasi darurat medis tersebut.

"Todo lo que queremos en este momento es sentirnos seguros" tambah Jake Rosmarin.

Data korban jiwa mencatat tiga individu meninggal dunia, yakni sepasang suami istri asal Belanda berusia 70 dan 69 tahun, serta seorang warga negara Jerman. Pihak keluarga korban menyatakan duka mendalam atas kejadian yang menghentikan perjalanan impian tersebut secara mendadak.

"El hermoso viaje que vivieron juntos se vio truncado de manera abrupta y definitiva" tulis pihak keluarga korban.

Keluarga juga meminta privasi saat mereka berupaya memulangkan jenazah orang tercinta mereka ke negara asal.

"Todavía no logramos asimilar que los hemos perdido. Deseamos traerlos de regreso a casa y honrar su memoria en paz y in la intimidad" lanjut pernyataan keluarga tersebut.

Rencana penanganan selanjutnya melibatkan koordinasi dengan Pemerintah Spanyol untuk kemungkinan pendaratan kapal di Kepulauan Canary guna investigasi epidemiologis lebih lanjut. Sementara itu, seorang warga Inggris masih dalam kondisi serius namun mulai stabil di unit perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan.

Artikel terkait

Rekomendasi