PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan kode emiten BNGA bersiap mendistribusikan dividen tunai kepada pemegang saham dengan total nilai mencapai Rp4,06 triliun hingga Rp4,07 triliun. Keputusan ini telah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada April 2026.
Dikutip dari Stocksetup, pembagian keuntungan yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025 tersebut dijadwalkan cair pada 13 Mei 2026. Perusahaan menetapkan rasio pembayaran dividen atau payout ratio sekitar 60 persen dari total laba bersih.
Berdasarkan perhitungan tersebut, para pemegang saham akan menerima dividen sekitar Rp161,77 per lembar saham. Estimasi yield dividen yang ditawarkan BNGA tercatat berada di kisaran 8,7 persen.
Manajemen BNGA memutuskan untuk menahan sisa laba bersih sebesar 40 persen. Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis perseroan ke depan.
PT Bank CIMB Niaga Tbk merupakan salah satu institusi perbankan swasta terbesar di tanah air yang telah beroperasi sejak 1955. Awalnya dikenal sebagai Bank Niaga, kini perseroan menjadi bagian penting dari jaringan keuangan regional CIMB Group.
Perbankan ini memiliki basis kekuatan yang signifikan pada segmen perbankan konsumer, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR). Selain itu, BNGA juga fokus mengembangkan ekosistem layanan digital dan transaksi untuk nasabah retail maupun korporasi.
Lini Bisnis Utama BNGA
Dalam menjalankan roda usahanya, BNGA mengelola berbagai lini bisnis jasa keuangan yang terintegrasi. Segmen tersebut mencakup perbankan konsumer melalui produk tabungan, deposito, kartu kredit, hingga pembiayaan KPR.
Pada sektor bisnis, emiten ini menyediakan layanan perbankan korporasi dan komersial untuk modal kerja. Selain itu, terdapat unit Treasury dan Capital Market yang menangani transaksi valuta asing, obligasi, serta instrumen derivatif.
BNGA juga mengoperasikan unit usaha syariah dan memperkuat layanan perbankan digital melalui aplikasi OCTO Mobile dan OCTO Clicks. Untuk mendukung pembiayaan kendaraan, perseroan didukung oleh anak usaha di bidang leasing.
Susunan Manajemen Terbaru
Struktur kepemimpinan BNGA diisi oleh jajaran profesional di bidang keuangan untuk mengawal pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Berikut adalah susunan lengkap dewan direksi dan komisaris perseroan.
| Nama | Posisi | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Lani Darmawan | Presiden Direktur | Tidak |
| Lee Kai Kwong | Direktur | Tidak |
| John Simon | Direktur | Tidak |
| Fransiska Oei | Direktur | Tidak |
| Rusly Johannes | Direktur | Tidak |
| Joni Raini | Direktur | Tidak |
| Henky Sulistyo | Direktur | Tidak |
| Noviady Wahyudi | Direktur | Tidak |
| Rico Usthavia Frans | Direktur | Tidak |
| Pandji P. Djajanegara | Direktur | Tidak |
Selain jajaran direksi, fungsi pengawasan dilakukan oleh Dewan Komisaris yang terdiri dari perwakilan grup dan komisaris independen guna menjaga tata kelola perusahaan yang baik.
| Nama | Posisi | Independen |
|---|---|---|
| Didi Syafruddin Yahya | Presiden Komisaris | Tidak |
| Glenn Muhammad Surya Yusuf | Wakil Presiden Komisaris | Ya |
| Sri Widowati | Komisaris | Ya |
| Farina J. Situmorang | Komisaris | Ya |
| Vera Handajani | Komisaris | Tidak |
| Dody Budi Waluyo | Komisaris | Ya |
| Novan Amirudin | Komisaris | Tidak |
Ringkasan Kinerja Keuangan 2025
Kinerja finansial BNGA sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan hasil yang solid sebagai landasan pembagian dividen tahun ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih perseroan tercatat mencapai angka Rp6,8 triliun hingga Rp6,9 triliun.
Kekuatan fundamental perseroan juga terlihat dari total aset yang mencapai sekitar Rp372,7 triliun. Posisi ekuitas BNGA berada pada angka Rp58 triliun, yang menunjukkan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung ekspansi bisnis di masa depan.
Pertumbuhan aset BNGA secara tahunan mencerminkan keberhasilan strategi digitalisasi dan efisiensi operasional. Kinerja ini memberikan sinyal positif bagi investor mengenai stabilitas perbankan di tengah dinamika pasar keuangan global.