Petugas medis mengevakuasi dua kru kapal pesiar mewah MV Hondius yang menunjukkan gejala hantavirus di lepas pantai Afrika Barat pada Selasa (5/5) guna mencegah penyebaran wabah lebih lanjut di atas kapal.
Kapal berbendera Belanda tersebut saat ini tertahan di perairan dekat Tanjung Verde dengan sekitar 150 penumpang dan awak yang masih dilarang turun ke darat. Langkah isolasi ini diambil otoritas setempat setelah dilaporkan adanya korban jiwa dan sejumlah individu yang jatuh sakit di tengah pelayaran Samudra Atlantik.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa sejauh ini telah ditemukan tujuh kasus hantavirus yang terkait dengan kapal tersebut. Data tersebut mencakup dua kasus yang telah terbukti secara laboratorium serta lima kasus yang masih berstatus suspek.
"Per 4 Mei 2026, telah diidentifikasi tujuh kasus, terdiri dari dua kasus hantavirus yang terkonfirmasi melalui laboratorium dan lima kasus suspek, termasuk tiga kematian, satu pasien dalam kondisi kritis, serta tiga individu yang melaporkan gejala ringan," kata WHO dalam pernyataan tertulisnya.
Pihak berwenang kesehatan Belanda, RIVM, memperkuat laporan tersebut dengan menyatakan bahwa hasil uji laboratorium telah memastikan keberadaan virus pada setidaknya satu pasien. Selain itu, satu dari tiga korban meninggal dunia—yang terdiri dari sepasang suami istri asal Belanda dan satu warga Jerman—juga dinyatakan positif hantavirus.
Dilansir dari Reuters, dua orang yang menjalani evakuasi terbaru merupakan anggota kru berkebangsaan Inggris dan Belanda. Sebelumnya, seorang penumpang asal Inggris sudah lebih dahulu dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di Afrika Selatan setelah kondisi kesehatannya menurun.
Ketidakpastian mengenai sumber penularan membuat otoritas pelabuhan setempat menolak izin bersandar bagi MV Hondius sebagai bentuk tindakan preventif. Seluruh penumpang kini diinstruksikan untuk tetap berada di dalam kabin masing-masing selama masa karantina berlangsung.
Jake Rosmarin, seorang penumpang berkebangsaan Amerika Serikat, mengungkapkan kecemasannya atas kondisi isolasi yang belum menemui titik terang bagi para penumpang di dalam kapal.
"Ini bukan sekadar berita utama, kami adalah orang-orang dengan keluarga yang menunggu di rumah. Ketidakpastian ini yang paling berat," ujar Jake Rosmarin kepada Reuters.
Meskipun situasi di kapal cukup serius, WHO menekankan bahwa hantavirus biasanya menyebar melalui partikel dari kotoran atau urine hewan pengerat yang terhirup dan sangat jarang menular antarmanusia. Organisasi tersebut menilai risiko penularan ke masyarakat luas masih tergolong rendah sehingga pembatasan perjalanan internasional belum diperlukan.