Petugas kesehatan mengevakuasi dua pasien positif hantavirus dan satu orang suspek dari kapal pesiar MV Hondius di Belanda pada Rabu di tengah laporan wabah mematikan. Evakuasi medis ini dilakukan setelah virus tersebut dikonfirmasi telah merenggut tiga nyawa di atas kapal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Tanjung Verde menuju Kepulauan Canary. Saat proses evakuasi berlangsung, terdapat hampir 150 penumpang beserta kru yang masih tertahan di dalam kompartemen kapal tersebut.
Prosedur pemindahan pasien dilakukan dengan pengawasan ketat, di mana rekaman video menunjukkan petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Salah satu pasien yang dievakuasi merupakan seorang dokter berkebangsaan Inggris yang bertugas di kapal pesiar tersebut.
Kementerian Kesehatan Spanyol memberikan keterangan mengenai perkembangan medis para korban. Otoritas setempat menyatakan bahwa kondisi dokter Inggris tersebut sebelumnya sempat berada dalam status serius, namun saat ini kondisinya dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda membaik.
Para pasien mendarat di bandara Amsterdam pada Rabu malam dan segera dipindahkan menggunakan ambulans menuju rumah sakit spesialis di Eropa. Hingga saat ini, WHO mengonfirmasi tiga orang telah meninggal dunia akibat wabah ini, dengan satu jenazah dilaporkan masih berada di atas kapal.
Data medis mencatat terdapat delapan kasus yang terdeteksi di lingkungan kapal pesiar tersebut. Dari jumlah total kasus yang ada, lima di antaranya telah mendapatkan konfirmasi resmi melalui hasil pemeriksaan laboratorium yang valid.
Mantan penumpang kapal MV Hondius menyampaikan kesaksian mengenai situasi di dalam kapal selama pelayaran berlangsung. Hal ini menjadi perhatian mengingat durasi interaksi antarpenumpang yang cukup lama sebelum virus terdeteksi.
"Ini sangat mengejutkan karena kami berada di kapal bersama orang-orang ini selama 24 hari berturut-turut. Saya hanya berharap mereka cepat sembuh dan sekarang mereka sedang dirawat dan Organisasi Kesehatan Dunia sangat memperhatikan masalah ini," kata Eks Penumpang MV Hondius Runi.
Situasi ini terus dipantau oleh otoritas kesehatan internasional guna mencegah penyebaran lebih luas di daratan. Fokus saat ini tertuju pada perawatan pasien yang tersisa dan penanganan satu jenazah yang masih berada di lokasi kejadian.