Finra Selidiki Praktik Lisensi Program Analis Morgan Stanley di Budapest

Finra Selidiki Praktik Lisensi Program Analis Morgan Stanley di Budapest

Otoritas Pengatur Industri Keuangan (Finra) memulai investigasi terhadap program analis perbankan investasi Morgan Stanley di Budapest pada Selasa, 5 Mei 2026, guna mendalami dugaan aktivitas keuangan tanpa izin resmi. Penyelidikan ini dipicu laporan whistleblower yang menyebutkan bahwa para analis menjalankan tugas yang memerlukan lisensi Amerika Serikat dan Inggris tanpa sertifikasi yang sah.

Laporan dari The Wall Street Journal dan Portfolio mengindikasikan bahwa fokus utama pemeriksaan berkaitan dengan keterlibatan tim di Budapest dalam aktivitas teregulasi, termasuk kontak langsung dengan klien dan prosedur uji tuntas pelanggan. Meskipun terdapat larangan internal, para informan mengklaim aturan tersebut sering diabaikan dalam praktik operasional harian.

Pihak manajemen bank sebelumnya telah mengeluarkan catatan internal pada tahun 2024 untuk menegaskan batasan operasional staf di kantor cabang tersebut.

"do not have a license to conduct regulated activities," tulis memo internal tahun 2024 sebagaimana dilansir dari The Wall Street Journal.

Pernyataan dalam memo tersebut dimaksudkan untuk memperjelas bahwa staf tidak memiliki wewenang hukum untuk menjalankan aktivitas perbankan yang diatur secara ketat oleh otoritas keuangan. Namun, temuan di lapangan menunjukkan adanya potensi diskrepansi antara kebijakan tertulis dengan pelaksanaan tugas para analis.

Program di ibu kota Hongaria ini awalnya hanya mempekerjakan tujuh profesional pada 2024 sebelum berkembang pesat menjadi 40 orang sebagai upaya efisiensi biaya melalui outsourcing pemodelan keuangan. Para analis di Budapest dilaporkan menerima gaji bulanan antara 1.500 hingga 1.700 euro, yang hanya setara dengan sepertiga dari upah untuk peran serupa di London atau New York.

Regulator kini sedang meninjau rincian tugas yang dikerjakan oleh analis serta bentuk interaksi mereka dengan nasabah. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, beberapa presentasi klien diduga mencantumkan analis Budapest sebagai bagian dari tim New York dan London dengan menyertakan bendera Amerika Serikat serta Inggris sebagai identitas tim.

Selain masalah lisensi, ketegangan internal muncul akibat jadwal kerja yang sangat padat bagi staf yang menangani pasar Amerika Serikat, di mana mereka bekerja dari pukul 13.00 hingga 07.00 pagi. Untuk menghindari lonjakan biaya lembur, pihak bank dilaporkan mengubah klasifikasi peran analis menjadi posisi manajerial guna menyiasati undang-undang ketenagakerjaan mengenai upah lembur.

Moral karyawan semakin merosot pada akhir 2025 setelah Morgan Stanley melakukan perubahan sepihak pada kebijakan relokasi staf. Janji awal mengenai transfer ke kantor pusat global setelah dua tahun masa kerja diubah menjadi tiga tahun tanpa jaminan kepindahan, yang mengakibatkan pengunduran diri massal sebanyak 20 persen dari total anggota tim.

Artikel terkait

Rekomendasi