Langkah inovasi diambil oleh Floé Flowers untuk tetap relevan dengan perkembangan pasar. Setelah 27 tahun eksis sebagai florist premium di Plaza Senayan Jakarta, perusahaan tersebut kini merambah sektor makanan dan minuman (F&B) dengan menghadirkan Kiri Matcha, sebuah kafe matcha berkonsep floral, seperti dilansir dari Medcom.
Diversifikasi usaha ini dijalankan tanpa menanggalkan rekam jejak merek yang sudah terbangun lama. Floé Flowers mengoptimalkan kompetensi utamanya dalam merancang pengalaman berbasis estetika bunga, alih-alih membentuk entitas bisnis baru yang sepenuhnya terpisah.
Pendiri Floé Flowers dan Kiri Matcha, Wenda Kurniawan, menjelaskan bahwa pembuatan Kiri Matcha didorong oleh komitmen untuk menyediakan ruang yang menawarkan pengalaman baru bagi masyarakat perkotaan.
"Selama 27 tahun, kami membantu masyarakat merayakan berbagai momen melalui bunga. Kini kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih personal, di mana orang dapat menikmati waktu untuk dirinya sendiri dan menemukan keindahan dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Sektor minuman berbasis matcha dipilih karena mencatatkan pertumbuhan popularitas yang masif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut memicu kehadiran banyak pelaku usaha baru yang menawarkan produk sejenis di pasar.
Floé Flowers menerapkan strategi diferensiasi untuk menghadapi kompetisi yang ketat. Kiri Matcha mengintegrasikan tradisi menikmati matcha dengan atmosfer floral yang menjadi bagian dari identitas inti sang induk usaha.
Pendekatan estetika ini tidak sekadar berfungsi sebagai elemen dekoratif ruangan. Konsep floral tersebut diaplikasikan sebagai pilar branding yang membedakan Kiri Matcha dari gerai matcha kompetitor.
Konsumen yang datang akan disambut oleh interior bertema taman dengan susunan bunga hasil kurasi tim Floé Flowers. Suasana tersebut dipadukan dengan tata cahaya yang hangat serta arsitektur ruang yang tenang di tengah kepatutan kota.
Strategi branding emosional turut diperkuat melalui filosofi feel blooming yang diusung. Kafe ini memposisikan diri sebagai ruang rehat bagi masyarakat urban untuk melepaskan penat dan menikmati momen dengan lebih sadar.
Kiri Matcha juga mengadakan kolaborasi dengan Yukiko Aga atau Kiko, seorang florist Bali keturunan Jepang-Indonesia, untuk meluncurkan menu khusus bernama "Kiko Summer Breeze". Langkah ini bertujuan memperkuat narasi dan identitas visual merek di mata publik.
Wenda Kurniawan menambahkan bahwa kolaborasi tersebut menjadi representasi dari perpaduan antara kebudayaan estetika Jepang dan atmosfer tropis yang menjadi fundamen dari konsep Kiri Matcha.