Forbes Asia resmi merilis daftar "30 Under 30" pada Kamis, 28 Mei 2026, untuk mengapresiasi generasi muda berbakat di kawasan Asia Pasifik yang dinilai mampu mendorong batasan di berbagai sektor industri.
Para nominator dalam edisi ke-11 ini disaring dari hampir 4.000 kandidat melalui evaluasi ketat oleh tim Forbes Asia bersama panel juri berdasarkan kriteria pendanaan, pendapatan, dampak sosial, kesesuaian pasar, hingga potensi inovasi mereka.
Sektor industri, manufaktur, dan energi tahun ini didominasi oleh produsen robot humanoid asal Tiongkok, salah satunya adalah Guo Renjie yang mendirikan JoyIn Technology pada 2024 untuk memproduksi robot pendamping interaktif bagi lansia dan anak-anak.
JoyIn Technology tercatat mengamankan pendanaan lebih dari 70 juta dolar AS dari investor seperti IDG Capital, Jinqiu Capital, dan Eastern Bell Capital, hingga valuasinya mencapai 351 juta dolar AS serta berhasil meluncurkan empat model robot humanoid termasuk seri Zeroth M1.
"With the rapid changes in technology, robots can satisfy more needs," kata Guo Renjie, Pendiri JoyIn.
JoyIn telah menerima hampir 20.000 pesanan awal untuk seri M1 yang mendeteksi ekspresi wajah tersebut per April, dan berencana melakukan ekspansi pasar ke Eropa serta Amerika Serikat tahun ini bersama perusahaan robotika Tiongkok lainnya seperti Noetix Robotics Technology yang didirikan Hu Chenxu dan Jiang Zheyuan.
Selain bidang teknologi, sorotan juga tertuju pada barisan kreator digital yang menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi sosial, seni, dan sains, termasuk Erika Richardo asal Indonesia yang memiliki lebih dari 18 juta pengikut di TikTok.
Erika menarik perhatian publik setelah melukis pesawat Boeing 737 milik Garuda Indonesia bermotif batik dan 16 etnis Nusantara pada tahun 2025, serta menginisiasi organisasi nirlaba Rumah Mimpi Indonesia bersama Jerhemy Owen yang berhasil menghimpun dana sekitar Rp 1,7 miliar untuk pendidikan di wilayah terpencil.
"Saya ingin menginspirasi anak muda untuk mencoba hal baru dan membuat mereka yang kreatif serta mencintai seni berani menjadi seniman," kata Erika Richardo, Kreator Konten Seni.
Daftar ini juga memuat inovator pendidikan lain seperti astrofisikawan Australia Kirsten Banks, Nattanon Dungsunenarn dari Thailand, Esmé James, Lucy Blakiston dari Selandia Baru, hingga para pendiri aplikasi pengiriman makanan cepat Swish di India.
Pada kategori hiburan dan olahraga, penyanyi Filipina Zack Tabudlo masuk dalam daftar setelah tercatat sebagai artis Filipina dengan jumlah streaming terbanyak pada tahun 2022.
"A former contestant on The Voice Kids in 2014, Tabudlo signed with Mercury Records under the Universal Music Group in 2025 and embarked on a Southeast Asia tour in 2024," tulis Forbes.
Zack baru-baru ini juga kembali ke ajang pencarian bakat tersebut sebagai juri, serupa dengan bintang tenis Filipina berusia 21 tahun, Alex Eala, yang menembus peringkat 50 besar Asosiasi Tenis Wanita (WTA) setelah berlaga di Miami Open 2025.
"The support has been incredible," kata Alex Eala, Atlet Tenis Filipina melalui email kepada Forbes.
Eala yang kini menempati peringkat 37 dunia diketahui baru saja menyelesaikan kompetisinya dalam ajang Prancis Terbuka 2026.
"Tennis can sometimes feel quiet and serious, so having that energy makes it special," tutur Alex Eala mengenai dukungan para penggemarnya.
Jajaran pengubah permainan di bidang olahraga lainnya yang masuk dalam daftar ini meliputi Yoshinobu Yamamoto dari Los Angeles Dodgers, pecatur Divya Deshmukh, pegolf Shannon Tan dan Minjee Lee, serta pelari cepat Gout Gout.