Frisian Flag Indonesia Ajak Masyarakat Jadikan Minum Susu Gaya Hidup Sehat

Frisian Flag Indonesia Ajak Masyarakat Jadikan Minum Susu Gaya Hidup Sehat

Kebiasaan minum susu bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan langkah penting untuk memenuhi nutrisi tubuh pada setiap fase kehidupan. Nutrisi di dalam segelas susu terbukti berperan besar dalam menyokong kesehatan fisik sekaligus mental masyarakat.

Dikutip dari Medcom, Frisian Flag Indonesia (FFI) memanfaatkan momentum Hari Susu Sedunia dan Hari Susu Nusantara setiap 1 Juni untuk mengedukasi publik. Masyarakat diimbau agar menjadikan konsumsi susu sebagai bagian erat dari gaya hidup sehat harian.

Langkah pemenuhan gizi keluarga tidak harus diawali dengan keputusan yang besar. Mengonsumsi susu secara konsisten, menjaga pola makan berimbang, dan aktif bergerak menjadi pondasi utama dalam menjaga imunitas tubuh.

Marketing Director Frisian Flag Indonesia, Intan Ayu Kartika, menyatakan bahwa pembentukan generasi sehat harus dimulai sejak dini secara konsisten melalui kebiasaan baik setiap hari.

"World Milk Day selalu menjadi momentum penting bagi kami untuk kembali mengajak keluarga Indonesia membangun generasi yang lebih sehat dan penuh semangat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari, termasuk minum susu," ujar Intan.

Nutrisi di dalam susu memiliki fungsi spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan usia. Kandungan Omega 3, Omega 6, dan DHA sangat krusial untuk perkembangan otak anak, sementara vitamin D dan kalsium bertugas menjaga kekuatan tulang serta daya tahan tubuh.

Komitmen penyediaan nutrisi ini ditopang oleh penguatan rantai produksi susu dari sektor hulu hingga hilir. Saat ini, FFI merangkul lebih dari 30 ribu peternak sapi perah lokal yang tersebar di berbagai koperasi susu tanah air.

Sektor pengolahan semakin kokoh lewat beroperasinya pabrik modern FFI di Cikarang sejak 2024. Fasilitas seluas 25,4 hektare tersebut dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 700 juta kilogram produk susu per tahun.

Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, menerangkan bahwa kualitas susu di pasaran melibatkan proses panjang yang higienis dari peternakan hingga pabrik.

"Teknologi seperti UHT membantu menjaga kualitas makro dan mikro nutrien dalam susu, sekaligus membuat produk susu lebih aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai daerah," jelasnya.

Prof. Epi menegaskan bahwa kolaborasi multi-pihak yang melibatkan peternak, industri, akademisi, dan pemerintah sangat mendesak demi menjaga mutu produk hingga ke tangan konsumen.

Dampak positif pembinaan ini turut dirasakan oleh Rumini, seorang peternak sapi perah lokal yang tergabung dalam Young Progressive Farmers Academy (YPFA) binaan FFI. Penerapan praktik peternakan berkelanjutan menjadi kunci utama peningkatan kualitas susu segar.

"Saya bangga menjadi peternak perempuan yang bisa berkontribusi menghadirkan nutrisi bagi generasi Indonesia. Kami terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu segar agar dapat mendukung masa depan yang lebih sehat," kata Rumini.

Melalui program World Milk Day dan peluncuran kampanye Temani Langkahmu, Kini dan Nanti, FFI berupaya memperluas kesadaran keluarga Indonesia mengenai pentingnya susu dalam menaikkan kualitas hidup.

Artikel terkait

Rekomendasi